Jelang Pilkada Mabar 9 Desember 2020, Keuskupan Ruteng Gelar Misa Perutusan dan Deklarasi Pilkada Damai

Daerah

Labuan Bajo, SorotNTT.com-Dalam rangka persiapan Pemilihan Kepala Daerah serentak 9 Desember 2020, Komisi Kerasulan Awam Pusat Pastoral Keukupan Ruteng gelar misa perutusan bagi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat periode 2020-2025 di Paroki Roh Kudus Labuan Bajo, 5 November 2020, pukul 09:30 WITA.

Misa perutusan dan deklarasi damai yang bertema Pergilan-Diutus ini dipimpim langsung oleh Uskup Keuskupan Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, Pr., didampingi para Imam Konselebran.

Hadir dalam misa perutusan ini keempat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat. Pasangan Bapak Adrianus Garu-Bapak Anggalinus Gapul. Bapak Anggalinus Gapul tidak sempat hadir dalam misa ini karena berhalangan. Pasangan Ibu Maria Geong-Bapak Silverius Sukur, pasangan Bapak Edistasius Endi-Bapak Yulianus Weng, pasangan Bapak Ferdinandus Pantas-Ibu Hj. Andi Risky Cahaya D.

Selain keempat paslon Bupati dan Wakil Bupati Mabar, hadir Ketua KPUD Mabar, Bawaslu, TNI dan Polri, Pers, pemenangan setiap pasangan calon dan umat.

Menurut Uskup Sipri keterlibatan aktif masyarakat dalam menentukan pemimpin sangat penting. Sebab, pemipin yang terpilih akan didaulat untuk menyejahterakan rakyat.

” Warga mesti terlibat aktif dalam seluruh proses pemimpinnya. Wargalah yang berdaulat memilih pemimpinnya. Sebaliknya, pemimpin didaulat untuk menyerap aspirasi masyarakat. Pemimpim juga mesti memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat.”

Selain itu Uskup Sipri mengingatkan para paslon akan bahaya yang muncul dalam setiap perhelatan demokrasi.
Menurutnya, Sinode III Keuskupan Ruteng mencatat beberapa hal pentinga yang perlu dipethatikan paslon dan masyarakat dalam setiap konstelasi politik.

Pertama, masih kentalnya politik primordialisme, bukan kualitas kompetensi dan integritas calon. Perbedaan pilihan politik ( primordialisme, red) mengakibatkan gesekan dan konflik dalam masyarakat. Kedua, menguatnya politik uang baik Pilpres, Pilgub, Pilkada, maupun Pilkades.

Karena itu Uskup Sipri menyarankan setiap pasangan calon maupun pemilih agar mengelola setiap perbedaan pilihan politik. Perbedaan pilihan adalah identitas demokrasi.

Kedua, para paslon diharapkan untuk mempraktekkan politik yang benar, jujur, adil, sportif, dan bermartabat. Semua paslon diutus untuk melakukan pencerahan politik dan konsientisasi, penyadaran politik bagi masyarakat.

Ketiga, Uskup Sipri berharap agar pasangan terpilih mesti bisa menciptakan keadilan bagi seluruh masyarakat. Sama seperti Yesus, politisi Katolik dipanggil untuk menciptakan kebaikan bersama.

Laporan dan Editor: Pepy Dain