Kamus Cinta

Oleh: Romo Edy Minori

Ketika anak hilang dicari;
Itu karena dalam kamus cinta tak ada kata hilang.
Yang ada hanyalah belum kembali.

Ketika perempuan berdosa yang dirajam, dibela;
Itu karena dalam kamus cinta tak ada kata menghukum.
Yang ada hanyalah membebaskan

Ketika pemungut cukai dipanggil;
Itu karena dalam kamus cinta tak ada kata dendam.
Yang ada hanyalah pengampunan.

Ketika anak kecil yang diusir, diberkati;
Itu karena dalam kumus cinta tak ada kata kecil dan hina.
Yang ada hanyalah respek.

BACA JUGA:  Bupati Manggarai, Serahkan Satu Ekor Sapi Kurban Untuk Umat Muslim di Reok

Ketika Yudas masih boleh menikmati perjamuan akhir;
Itu karena dalam kamus cinta tak ada kata pengkianat
Yang ada hanyalah sahabat.

Ketika Guru membasuh kaki murid;
Itu karena dalam kamus cinta tak ada kata gensi.
Yang ada hanyalah berkorban.

Ketika Petrus yang menyangkal jadi wadas gereja;
Itu karena dalam kamus cinta tak ada kata pendosa.
Yang ada hanyalah tobat.

Ketika Pilatus yang mencuci tangan tetap menulis Dia adalah raja,
Itu karena dalam kamus cinta tak ada kata pengecut.
Yang ada hanyalah keberanian.

BACA JUGA:  Mulut Manis Sang Pembantai

Ketika di salib bergantung Dia yang suci;
Itu karena kamus cinta tak ada kata ingat diri,
Yang ada hanya keselamatan sesama.

Ketika di hati ada kamus cinta,
Hidup diinspirasi kasih ilahi,
Tak ada kata dan aksi tanpa cinta
Semuanya karena kasih ilahi.

Kita bukanlah apa-apa
Bila tidak tinggal dalam kasihNya.
Kita adalah Dia yang tinggal di hati
Bila kasihNya meraja di hati.