Kanwil Kemenkumham NTT Gelar Workshop Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual di Matim

Daerah

Borong,Sorotntt.com- Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan Workshop Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual Tahun 2021.

Workshop ini yang bertemakan “Urgensi Pendaftaran Kekayaan Intelektual untuk Menikmati Manfaat Ekonomi”. Kegiatan ini bertempat di Aula Kantor Bupati Manggarai Timur Jumat 19/03/2021. Hadir dalam Warkshop ini , Bupati Matim Agas Andreas , Ketua PKK Kabupaten Matim Theresia Wisang Agas , Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Frans Bukardi,Unsur Pimpinan OPD terkait dan tokoh masyarakat.

Kegiatan workshop ini di buka langsung oleh Bupati Matim Agas Andreas , Dalam sambutannya Bupati Agas Mengatakan, Pengembangan kekayaan intelektual merupakan salah satu program penting pemerintah dalam rangka memenangkan persaingan ekonomi global.

” Kekayaan intelektual berperan dalam memberikan perlindungan hukum atas kepemilikan karya intelektual baik bersifat komunal maupun personil yang merupakan basis ekonomi yang kreatif “,Kata Agas.

Masih Bupati Agas , Perlindungan kekayaan intelektual menjadi bagian penting dan berkontribusi secara signifikan dalam perkembangan ekonomi nasional maupun di daerah kabupaten Matim.

” Untuk itu Pemda Matim akan terus mengupayakan dan mempromosikan ciri khas yang ada di kabupaten matim”, Terangnya.

Bupati Agas juga berharap, Dengan adanya workshop tersebut akan memberikan manfaat bagi setiap orang atau lembaga atas kekayaan intelektual lokal ,khususnya kopi di kabupaten matim.

Senada, diungkapkan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Matim Frans Bukardi menyampaikan, Kegiatan Workshop Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual ini dilaksanakan atas kerja sama kantor wilayah Kemenkumham NTT dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim).

” Semoga dengan mengadakan kegiatan ini, semua pihak akan mengambil bagian dalam upaya inventarisasi berbagai ekspresi budaya tradisional, Pengetahuan tradisional sehingga upaya pencatatannya dapat berjalan lancar. Dengan pencatatan, EBT dan PT yang dimiliki Ke Matim, diharapkan akan lestari, dapat diwariskan serta memberi dampak ekonomis bagi warga”, Ujarnya

Sebab menurut Frans, Kekayaan intelektual yang dimiliki masyarakat Manggarai timur itu sangat ciri khas seperti , Kain Tenun Songke Lamba Leda, Kain Tenun Punca Titi Congkar dan Kain Tenun Rembong. Selain itu, terdapat pula Ritual Khebu di Kota Komba, Tari Vera, Topi/Songkok Rajong.

“Semuanya khas Manggarai Timur selain yang sudah populer seperti Tarian Caci dan Tarian Danding, Sehingga ini bisah menggenjot pariwisata yang berbasis kemasyarakatan di kabupaten Matim”, Tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Hukum kanwil NTT Erni Mamo Li saat diwawancara media ini mengatakan , Kegiatan seperti ini terus dilakukan setiap tahunnya mengingat banyak sekali potensi kekayaan intelektual komunal khas produk daerah di NTT khusunya di kabupaten matim yang harus dilindungi.

” Kegiatan seperti ini menjadi program kami disetiap tahun, mengingat banyak sekali potensi kekayaan intelektual komunal khas produk daerah di NTT yang harus dilindungi”, Ungkapnya

Ada pun tujuan dari kegiatan tersebut menurut Emi yakni ,Untuk memberikan pemahaman kepada para pemilik hak kekayaan intelektual.

“Setiap hasil kekayaan intelektual itu perlu dilindungi .Baik kekayaan intelektual bersifat personal maupun komunal”, Tandanya.

Menurutnya, Kekayaan intelektual perlu di dorong ,Sebab kekayaan intelektual itu merupakan karya pola pikir manusia untuk menghasilkan sesuatu produk barang yang berguna untuk kehidupan manusia itu sendiri.

” Sehingga kekayaan intelektual tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat maupun pemerintah daerah”, Tegas Emi.

Laporan : Dodi Hendra