Kapolda NTT Copot Jabatan 4 Anggota Yang Terlibat Kasus Tewasnya Tahanan Sel di Polsek Katikuna

Daerah

Kupang, Sorotntt.com, – Kapolda NTT, Irjen Pol. Drs. Lotharia Latif, SH, M.Hum, mengirim tim khusus ke Polres Sumba Barat, guna melakukan penyelidikan dugaan tewasnya tahanan dalam sel Polsek Katikutana.

Diketahui tim yang diutus tersebut yaitu Tim personel Itwasda dan Propam Polda NTT.

Kapolda NTT Lotharia Latif melalui Kabid Humas Polda NTT dalam press release yang diterima media Sorotntt.com pada Senin (13/12/2021) malam menjelaskan, pengiriman tim ke Sumba Barat tersebut dilakukan dalam rangka menjalani pemeriksaan dan investigasi terhadap empat orang anggota yang terindikasi menangani kasus meninggalnya tahanan berinisial AAB (30) di dalam sel tahanan yang terjadi di wilayah Sumba Tengah.

Dijelaskannya bahwa kasus yang terjadi di wilayah Sumba Tengah ini, penanganan hukumnya di Polres Sumba Barat.

“Keempat anggota ini merupakan anggota Polsek, saya sudah sering menyampaikan kepada anggota agar melaksanakan proses penyidikan secara humanis , menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) dan tidak melakukan kekerasan. Jangan sampai penyidik melakukan tugas malah dia yang nantinya menjadi tersangka karena melakukan pelanggaran hukum”jelasnya.

Orang nomor satu di Polda NTT ini juga menjelaskan bahwa Polri sudah transparan saat ini, sangat terbuka. Siapapun bisa mengkritisi, bisa memberikan informasi. Beredarnya informasi yang mengatakan bahwa adanya penembakan, Kapolda NTT mengatakan bahwa tim sudah ke sana dan akan mengecek .

BACA JUGA:  Presiden Jokowi akhirnya mengirim Surat Presiden (Surpres) mengenai pergantian Panglima TNI

“Nanti ahlinya (Dokter) yang akan mengatakan, tentunya berdasarkan dari hasil Visum”tambahnya.

Apabila keempat anggota tersebut bersalah, Kapolda NTT akan memerikan sanksi yang tegas.

“Pasti kita lihat tahapannya, sanksinya macam-macam mulai kode etik, disiplin bahkan bisa sampai dengan PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat). Kita lihat nanti bagaimana kronologisnya secara utuh, bagaimana langkah-langkah yang mereka lakukan apakah pelanggaran dan sebagainya. Kalau terbukti, mereka harus siap menerima resiko yang harus dihadapi”tegasnya.

Polda NTT selalu menerapkan Reward dan Punishment dengan baik dan berulangkali sering disampaikan resiko dan konsekuensinya. Itu seharusnya membuat anggota semakin berhati-hati. Polri/penyidik tidak boleh terbawa dalam opini tanpa bukti .

Kapolda mengungkapkan bahwa saat ini Polda NTT Konsen di semua kasus (kasus pembunuhan ibu dan anak serta kasus di Sumba Barat).

“Saya menyampaikan keprihatinan, turut berduka cita yang mendalam buat keluarga dan kita akan tindak lanjuti ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku”Ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto, S.I.K., M.H., saat di konfirmasi oleh media ini, Senin (13/12) menjelaskan bahwa Ia sempat hadir pada pemakaman almarhum Arkin Anabira di rumah duka di kampung waikawolu, desa malinjak, kecamatan katikutana selatan, kabupaten sumba tengah.

“Pertama -tama secara pribadi Saya menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya saudara Arkin Anabira (alm). Semoga almarhum diterima Allah Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan penguatan dan keikhlasan” Ungkap Kapolres Sumba Barat

BACA JUGA:  Dispar Lembata Beri Pelatihan untuk Para Pelaku Wisata

Ia juga mengatakan bahwa dari hasil Visum tidak ditemukan adanya bekas luka tembakan maupun adanya patah tulang pada bagian tubuh korban. Ia juga membenarkan bahwa memang ada memar dan lebam pada beberapa bagian tubuh korban.

“Dapat kami sampaikan, terkait adanya berita atau postingan pada beberapa media sosial yang yang mengatakan. Korban meninggal akibat adanya luka tembak dan patah tulang pada beberapa bagian tubuh. Hal ini tidak benar, dari hasil Visum dan pemeriksaan fisik ditemukan lebam dan memar pada beberapa bagian tubuh korban, Ujar Kapolres.”

Sementara itu kata Kapolres bahwa atas kesepakatan bersama keluarga maka direncanakan akan dilakukan autopsi terhadap korban.

Autopsi ini dilakukan untik membuat terang penyebab dari kematian korban, sehingga tidak lagi timbul pertanyaan dan perkiraan korban meninggal disebabkan hal apa.

Kesepakatan keluarga untuk pelaksanaan autopsi terhadap korban, dituangkan dalam surat permohonan autopsi yang ditanda tangani oleh Yos Umbu Giku Sabaora dan Lius Magawi Sakak selaku perwakilan keluarga korban, selanjutnya diserahkan kepada Kapolres Sumba Barat.

Dikatakan Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto, S.I.K., M.H., autopsi ini akan dilaksanakan oleh tim dari Dokter Polisi (Dok Pol) Polda NTT pada selasa 14 desember 2021.

BACA JUGA:  Partai Nasionalis : Ganjar Pranowo Pilihan Rakyat sebagai Penerus Kepemimpinan Presiden
Jokowi

“Dari hasil otopsi, nantinya dapat kita ketahui bersama bahwa apa yang menyebabkan kematian dari adik/saudara kita Arkin Arnabila. Sehingga tidak ada lagi berita liar yang mengatakan sebab kematian dari korban yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.” Ujar Kapolres.

Lebih lanjut ia menandaskan bahwa dalam kesempatan ini pihaknya berharap agar pihak keluarga tidak terpancing isu provokatif yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

“Percayakan kepada kami, bahwa kami akan menangani kasus ini sesuai prosedur, obyektif dan transparan.” Tutur Kapolres

Untuk diketahui hingga saat ini oknum anggota yang diduga melakukan kekerasan terhadap korban, sudah diamankan oleh Seksi Propam Polres Sumba Barat untuk proses lebih lanjut.

Pedi