Kapolres Manggarai Kembali Salurkan Bantuan untuk Keluarga ODGJ di Desa Ruang

Daerah

Ruteng, SorotNTT.Com-Kapolres Manggarai, AKBP Mas Anton Widyodigdo, SH.,S.IK kemali menyalurkan bantuan kepada ODGJ di Desa Ruang, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT), Senin(11/10/2021).

Bantuan ini diserahkan melalui Bhabinkamtibmas Desa Nao, Kecamatan Satar Mese Utara Aipda Emil Johan kepada Ibu Martina Panul(57).

Kapolres Manggarai, AKBP Mas Anton Widyodigdo, S.I.K., melalui Kasubag Humas Polres Manggarai, Ipda Made Budiarsa, kepada media SorotNTT.Com menjelaskan, saat ini ibu Martina Paulina merupakan penderita ODGJ yang saat ini di sedang dipasung di Kampung Ruang, Desa Ruang Kecamatan Satar Mese Utara . Sementara suaminya, Markus Hanggut, mengalami buta sejak lama.

BACA JUGA:  Modus Transportasi Ke Bank Kepsek SMPN 1 Poco Ranaka Diduga Potong Dana PIP

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Desa Ruang Yohanes Laman, Amd.

Bantuan dari Kapolres Manggarai AKBP Mas Anton Widyodigdo berupa berupa beras 50 kg, telur 3 papan, minyak goreng, mie goreng 1 dus, kecap, susu, makanan ringan anak-anak, sikat gigi, pasta gigi, sabun, gula dan daun teh.

Untuk diketahui bahwa Ibu Martina Panul merupakan penderita ODGJ yang saat ini di sedang dipasung. Sementara suaminya, Markus Hanggut, mengalami buta sejak lama.

Dikatakannya, kehidupan keluarga itu cukup memprihatinkan dan sangat membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatan. Sebelum dipasung, ibu Martina merupakan tulang punggung keluarga karena suaminya mengalami buta.

BACA JUGA:  Pemuda Muslim Mabar-Surabaya Mengutuk Keras Pelaku dan Dalang Bom Bunuh Diri Di Makasar

“Pasangan suami istri tersebut tidak mendapat perawatan kesehatan di Rumah Sakit karena tidak memiliki biaya,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah dua orang anaknya, kini ibu Martina mengandalkan kiriman uang dari anak laki-lakinya yang sedang merantau ke Kalimantan. Meski demikian, kiriman dari putranya itu tak tentu dan tidak mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Uang kiriman dari anaknya tersebut tidak rutin dikirim tiap bulan, kadang dua atau tiga sekali.

Jika anaknya terlambat mengirim uang maka Bapak Markus Hanggut dan Ibu Martina Panul meminjam beras atau kebutuhan lainnya ke tetangga.