Kapus Lebi: Selamatkan Ibu, Selamatkan Bayi, Selamatkan Masa Depan

Daerah

Borong, SorotNTT.Com- Dalam rangka memperingati hari ibu, Sahabat ibu hamil Puskesmas Lebi, Mengunjungi ibu hamil di kampung Lebi, Desa Balus Permai, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Selasa(22/12/2020)

Tim Puskesmas Lebi terdiri dari Kepala Puskesmas Lebi, Bidan, dan Kader yang bersama-sama mengunjungi sala satu Ibu Hamil atas nama Sisilia N.P. Tanmi dan di rangkaikan dengan Pemberian Makan Tambahan(PMT) ibu hamil di Kampung Lebi tersebut.

Kepala Puskesmas Lebi, Siprianus San, S.Kep. Ners mengatakan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah program prioritas kesehatan ibu dan anak. 

AKI dan AKB menjadi elemen penilaian keberhasilan program disuatu wilayah atau Puskesmas, karena itu keselamatan ibu hamil serta mendorongnya untuk bersalin difasilitas kesehatan yang memadai dan ditolong oleh tenaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. 

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Puskesmas Lebi tahun 2020 AKI : 0 kasus sedangkan AKB: 4 kasus. Hal ini menjadi keperihatinan kita semua sehingga rekomendasi yang menjadi kegiatan inovasi Puskesmas Lebi dapat diteruskan untuk tahun yang akan datang. 

BACA JUGA:  RD Ito Bari Pimpin Misa Perdana di Gereja Aryos

Lebih lanjut pria yang biasa disapa Ipi ini menjelaskan, Bidan dan Kader merupakan sahabat ibu hamil untuk mendampingi ibu hamil itu sendiri, juga sebagai tempat curhat tentang apa yang dia rasakan oleh ibu hamil.

Bidan dan kader mampu memberi pemahaman semua aspek baik psikologi, sosial, ekonomi dan spritual, yang di rasakan oleh Ibu Hamil dan keluarganya, sehingga ibu hamil tidak mengalami penolakan pelayanan kesehatan, serta memiliki kesadaran sendiri untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, menyampaikan keluhan dan siap untuk lahir di Fasilitas kesehatan(Faskes) yang memadai.

Kapus Lebi juga menambahkan agar semua masyarakat selalu peduli pada kesehatan dan mengoptimalkan Gerakan Masyarakat Peduli Kesehatan.

Salah satu Bidan Puskesmas Lebi yang hadir mengatakan kehamilan merupakan proses alamia yang dialami oleh setiap wanita. 

BACA JUGA:  Pasukan Foreder Ada Untuk DM

Janin dalam kandungan berkembang seiring dengan besarnya usia kehamilan, Apabila tidak dilakukan pengawasan yang tepat dapat menyebebkan masalah dalam kehamilan, persalinan dan nifas yang dapat menyebabkan kematian ibu dan anak.

Dalam rangka menurunkan angka kematian Ibu dan Anak maka puskesmas Lebi menyarankan ibu hamil wajib melakukan pemeriksa kehamilan sedini mungkin di Faskes terdekat dan melakukan pemeriksan penunjang.

Sementara itu kader Posyandu ibu Maria menyampaikan terimah kasih banyak kepada Puskesmas Lebi tentang Program Sahabat Ibu Hamil.

Untuk diketahui kampanye keselamatan Ibu dan Bayi Puskesmas Lebi  tahun 2020 merekomendasikan beberapa kegiatan inovasi dalam rangka mendukung keselamatan Ibu dan Bayi.

Adapun rekomendasi untuk menekan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI dan AKB):

“Lahir aman di Puskesmas Jemput dan Antar Pulang “GRATIS” .

Malakukan Kerja sama dengan Tokoh  Agama, Pastor  untuk mendukung  Revolusi KIA.Bidan dan Kader sahabat Ibu Hamil.

BACA JUGA:  Dwi Andika dan Model Catherine Wilson Akan Berkunjung Ke labuan Bajo

Mengadvokasikan  Pemerintah desa untuk menetapkan Peraturan kepala desa tentang Revolusi KIA
Kampanye Keselamatan Ibu Dan Bayi sudah dilaksanakan kesemua Desa sepanjang tahun 2020 yang dihadiri oleh Ibu Hamil, Para Suami, Tokoh Masyarakat, Kepala Desa, Ketua PKK, Tokoh Agama dan Dukun serta seluruh staf Puskesmas Lebi.