Kecewa Dengan keputusan DPP, Simpatisan Demokrat NTT untuk Jeriko Bakar Atribut Partai

Daerah

Kupang, SorotNTT.Com-Merasa kecewa dengan keputusan DPP Partai Demokrat di Jakarta yang telah menetapkan Leonardus Lelo sebagai ketua DPD Demokrat NTT, Puluhan warga yang tergabung dalam simpatisan Partai Demokrat NTT untuk Jefri Riwu Kore (Jeriko) membakar seluruh atribut partai tersebut di depan Kantor DPD Demokrat NTT, di Kupang, Selasa 4 Januari 2022.

Seperti dilansir Victorynews.id Selain membakar atribut partai, dalam aksi tersebut Simpatisan Demokrat untuk Jeriko juga membentangkan beberapa sepanduk. Salah satu spanduk bertuliskan AHY Pilatus.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan Sekretaris simpatisan Yonathan Gah, menegaskan bahwa atas nama ratusan ribu simpatisan Demokrat NTT untuk bapak Jefri Riwu Kore, atas inisiatif dan kemauan sendiri menyikapi keputusan buruk dan tidak demokratis Agus Hari Murti Yudhoyono (AHY), sebagai Ketua Umum (Ketum) DPP demokrat terhadap hasil MUSDA 4 Demokrat NTT.

“Kami mendesak keras bapak Jefri Riwu Kore (Jeriko), untuk segera berhenti dan keluar saja dari keanggotaan partai Demokrat NTT. Karena jasa dan kontribusi besar bapak selama 2 periode DPR RI dan 5 tahun pimpin demokrat NTT sangat tidak dihargal,” Tegas dia.

BACA JUGA:  Pemdes Golo Meni Salurkan BLT-DD Tahap II, Kades: Harap Gunakan dengan Baik

Menurut Nathan, sumbangsi oleh Jeriko yang kini juga menjabat Walikota Kupang tidak dihargai oleh AHY selaku Ketum DPP Partai Demokrat. Nathan menilai Jeriko merupakan pelapor pertama dalam mengungkapkan rencana KLB dari Muldoko.

“Sumbangan emas bapak Jeriko yang diakui AHY sebagai pelapor pertama dalam mengungkapkan rencana KLB Muldoko ternyata hanya isapan jempol belaka, loyalitas dan kesetiaan Bapak Jeriko dalam menjaga Demokrat NTT dari KLB Muldoko dibalas dengan penghianatan AHY. AHY ini sungguh-sungguh pemimpin yang tidak punya moral dan jiwa korsa, para pejuang garis depannya dia ‘bunuh’ dengan tangan dingin karena kepentingan sempitnya,” ujar Nathan.

Ia juga mengajak para simpatisan partai Demokrat NTT, yang peduli akan Jeriko untuk berhenti mendukung partai Demokrat. Dimana hasil Musda dinilai bahwa Jerikolah yang terpilih dengan meraih 12 suara.

BACA JUGA:  Wabup Matim Buka Kegiatan Pelatihan Ketenagakerjaan, Panen Perdana Ikan Lele Sistem Bioflog dan Penen Raya Jagung Benih Lamuru

“AHY adalah pemimpin egois dan tipis telinganya, dia hanya sanggup dengar bisikan Benny Kabur Harman (BKH) dan gerombolannya, dia tidak peduli dengan aspirasi nyata dari warga Demokrat,” ujarnya.

Selain itu, Jeriko menurut Nathan sangat dicintai sehingga keputusan AHY menunjuk Leo Lelo sebagai Ketua DPD Demokrat NTT, merupakan jebakan politis.

“NTT yang mencintai Jeriko. AHY masuk dalam perangkap politik Identitas BKH di NTT yang hanya, pro pemimpin yang sama suku dan agamanya, ini picu awal kehancuran Demokrat NTT. Susah mas Ketum mau Nyapres kalau mudah diatur-atur begini,” katanya.

Ia menilai bahwa Agus Hari Murti Yudhoyono merupakan pemimpin muda yang belum sanggup untuk mengelola demokrasi dalam partai Demokrat. AHY juga dinilai belum matang dan belum sanggup mengelola demokrasi dalam partainya sendiri.

BACA JUGA:  Pelni Stop Pelayaran Kapal ke NTT dan Jayapura

“AHY bukan negarawan, sekali lagi AHY bukan negarawan. la hanya pemimpin muda karbitan saja, yang tidak patut jadi contoh bagi generasi muda bangsa,” terang dia.