Kehangatan

Puisi

Kau yang kucinta dalam damba
Kau yang kurindu dalam gundah
Kau yang kupuja dalam setiap senyum yang rekah
Dan kau yang menebar kehangatan
Di setiap rasa yang mengguggah isi dada

Bening matamu
Bagaikan rembulan
Sejuk dan lembut kurasakan
dalam tatap dan dekap yang selalu melekat di ingatan

Dalam keremangan malam
yang dingin dan sepi
Dalam kicau burung pagi
Kau beri kehangatan
Kau beri kesejukan
Pada lelah yang kadang mengganggu bayangan
Dan di waktu yang mengundang keheningan
Kau seolah membawaku pergi
Berlabuh di sisi jiwamu
Menetap di sudut hatimu.

Ada yang menyejukkan dari hangatnya cintamu

Belaianmu

Dingin yang semakin terasa
Pada malam yang sepi dan hening

Ada kekakuan di bawah sepinya malam
Di bawah redupnya cahaya rembulan

Aku terdiam tanpa kata
Tanpa suara

Berharap sinar rembulan
Datang menemani sepinya kisahku

Andaikan kau ada
Andaikan kau datang

Di sini di tempat yang sepi ini
Akan kurasakan cinta dan kehangatanmu
Akan kudekap belaian kasihmu yang lembut nan sejuk hingga tak seorangpun yang membawanya pergi.

Tentang Penulis

Monika Intan lahir di Deru 12 Juni 2004 sekarang bergiat di Komunitas Sastra Wae Lerang.