Kelangkaan BBM di Reo, PMM Bersama Masyarakat Minta Pemda Manggarai Ambil Sikap

Featured Kesehatan

Reo|| Sorotntt.com, – Kelangkaan pasokan BBM baik yang bersubsidi maupun non subsidi yang terjadi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT akhir-akhir ini membuat aktivitas masyarakat menjadi terhambat.

Menanggapi hal tersebut,Pergerakan Mahasiswa Manggarai (PMM) menyatakan sikap kepada Pemerintah Daerah Manggarai untuk segera menanggapi terkait adanya kelangkaan BBM tersebut.

Aman Wahyu, selaku ketua PMM Kecamatan Reok melalui press realese yang diterima media ini mengatakan bahwa Kecamatan Reok adalah pusat dan sumber dari pasokan BBM, pasalnya di Reo terdapat depot pertamina, namun kenyataannya Reo adalah kota kecamatan yang menjadi kelangkaan minyak BBM. Ungkap Wahyu

Wahyu menandaskan bahwa sejak di hilangkanya BBM bersubsidi hingga non subsidi, masyarakat Reo maupun sekitarnya masih sulit memperoleh BBM.

BACA JUGA:  112 KK di Desa Golo Linus Menerima Bantuan Sembako

Diketahui bahwa di Reok terdapat unsur-unsur yang kegiatan mata pencaharian masyarakat kecilnya selalu menggunakan BBM, seperti halnya para petani banyak yang mengeluh, bawangnya tidak bisa di siram karena tidak bisa mengoperasikan mesin pompa air dan pengairan padi”. Jelas Wahyu

Begitu juga dengan para nelayan, banyak yang tidak bisa melaut karena kesulitan mendapatkan minyak BBM untuk mengoperasikan mesin perahunya, serta industri-industri rumahan yang dapurnya tidak mengepul lagi tanpa BBM. Ungkapnya

Wahyu menuturkan bahwa kemana lagi rakyat Reo harus mengadu terkait persoalan ini?.

Oleh karena itu untuk menyikapi hal yang dirasakan masyarakat di Reo maupun sekitarnya, PMM Manggarai menyampaikan pernyataan sikap kepada Pemda Manggarai untuk segera meresponya melawan ketidakadilan yang di rasakan masyarakat.

BACA JUGA:  Pelatihan dan Pembekalan Jurnalistik oleh Ketua DPW MOI NTT

Diketahui adapun beberapa point dalam pernyataan sikap yang disampaikan oleh PMM diantaranya :

  1. Meminta Pemda Manggarai untuk Perbaiki regulasi penyaluran BBM pada kecamatan Reok.
  2. Mendesak pemerintah Kabupaten Manggarai untuk mengambil sikap terkait sering terjadinya kelangkaan BBM subsidi dan non subsidi di Kecamatan Reok.
  3. Memprioritaskan ketersediaan BBM di Kecamatan Reok.
  4. Tertibkan praktek mafia migas di kecamatan Reok.
  5. Semua tuntutan diatas agar diindahkan. Jika tidak, maka pemerintah Kabupaten Manggarai tidak mampu mengakomodir kepentingan rakyat Kecamatan Reok.
  6. Gerakan ini akan berkepanjangan jika tidak ada langkah yang cepat dan tepat yang di ambil oleh pemerintah.
BACA JUGA:  Relawan Muda Covid-19 Kelurahan Satar Tacik Melakukan Penyemprotan Disinfektan, Bupati Deno: "Ini Tanggung Jawab Bersama"

Pedi