Keluarga Korban Lapor Bupati Matim, Terkait Pelayanan Medis Yang Buruk di Puskesmas Borong

Daerah

Borong, SorotNTT.Com– Lantaran pelayan medis buruk, keluarga korban kecelakaan lalulintas di Peot, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur  melapor Bupati Agas Andreas, SH.MHum, Senin (9/11/2020).

Mengutip Floresmerdeka.Com, Mereka menuntut Kepala Puskesmas Borong dicopot dari jabatannya. Selain itu melaporkan Kristin Carvalo lantaran ucapannya yang telah melukai keluarga korban, Sales Medi.
Keluarga korban juga menyampaikan hal yang sama kepada Pimpinan DPRD Manggarai Timur.

Laporan keluarga korban disampaikan, Viktor Lele, Gregorius Gepong, Frans Borgias, K. Apul dan Tua Golo Peot, Y. Sudirman. Mereka menuntut copot Kepala Puskesmas Borong dan pindahkan Kristin Carvalo dari puskesmas itu.

Berdasarkan laporan tertulis yang diperoleh Floresmerdeka.com, Senin (9/11/2020) menyebutkan ada empat poin yang disampaikan keluarga korban.

Pertama, mendesak Bupati Manggarai Timur melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh manajemen pelayanan di Puskesmas Borong.

Kedua, mendesak Bupati Manggarai Timur, membenahi struktur dan perangkat medis  yang ada sehingga tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Borong mememiliki ethos pelayanan yang baik.

Ketiga, menuntut Bupati Manggarai Timur untuk SEGERA  pindahkan saudari Kristin Carvalo dari Puskesmas Borong ke tempat lain. Jauh dari wilayah  Borong dan Ranamese.Sebab perilaku pelayanan yang tidak memahami etika profesi dan moralitas pelayanan perlu diberi pembelajaran sehingga ada habitus baru dalam dirinya. Jika tidak ada pembinaan, maka tabiat  Kristin Carvalo akan terpelihara terus menerus sehingga makin banyak korban. Tutur kata yang tidak elok dan cerdas dari saudari Kristin Carvalo membawa dampak buruk bagi pasien dan keluarga pasien.

Keempat, apabila Bupati Manggarai Timur  tidak mengambil tindakan tegas terhadap saudari Kristin Carvalo, maka keluarga besar Satar Peot-Riwu bersama warga yang telah mengutus Sales Medi  akan membuat perhitungan. Sebab perkataan saudari Kristin Carvalo yang mencederai saudara Sales Medi, identik  menghina kami warga Peot yang telah mempercayakannya sebagai wakil di lembaga DPRD Manggarai Timur.

Kelima, keluarga korban akan pantau sejauhmana tindakan yang telah diambil Bupati Manggarai Timur, terhadap Kristin Carvalo.

Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Agas, mengaku  secepatnya mengevaluasi kinerja Puskesmas Borong.

Sementara perkataan yang melukai hati Sales Medi, jelas Bupati Agas, Kristin Carvalo mengaku tidak pernah mengeluarkan pernyataan itu.

Sementara Ketua DPRD Manggarai Timur,  Heremis Dupa, mengatakan secepatnya mengambil langkah-langkah politik. Sebab  yang buruk di sentra pelayanan umum tidak bisa dipelihara dan toleransi. Secara lembaga, demikian Dupa, secepatnya mengambil langkah.


Buat Perhitungan Secara Politis

Anggota DPRD Matim, Sales Medi yang turut menerima kedatangan keluarga korban asal Peot di Kantor DPRD Matim, kepada Floresmerdeka.com, menjelaskan, keluarga siap memberi kesaksian terhadap perkataan Kristin Carvalo. Sebab keluarga mendengar semua omelan Kristin hingga mengeluarkan pernyataan tidak terpuji.

Pimpinan DPRD Manggarai Timur bersama anggota Dewan Sales Medi menerim kepok dari keluarga korban asal Peot, Kecamatanh Borong. warga asal Peot itu mengadu kinerja Puskesmas Borong yang dinilai buruk. foto/ist

“Keluarga siap beri kesaksian. Mereka dengar semua perkatan Kristin Carvalo itu. Terutama perkataan yang melukai hati saya,” katanya.

Medi mengatakan, lebih jauh dari itu, apabila Bupati Agas tidak mengambil sikap tegas sesuai tuntutan korban asal Peot, maka pihaknya akan buat perhitungan politik. Terutama berkaitan dengan pembahasan anggaran.

“Saya ada di Banggar. Apa yang dituntut keluarga korban asal Peot menjadi bagian dari pembenahan pelayanan. Karena itu saya berkewajiban untuk pantau aspirasi keluarga korban itu. Saya kawal terus bagaimana sikap Bupati Ande Agas terhadap tuntutan masyarakat itu,” tegasnya.