Keluarga Tak Mampu Biaya Operasi Anak Florentina, 14 Dokter di RSUD Ruteng Galang Dana

Daerah Flores Kesehatan

Ruteng, SorotNTT.com-Akibat keluarga tak mampu membiayai operasi anak Florentina, 14 Dokter di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur berinisiatif menggalang dana lewat media sosial. Anak Florentina (10) tahun harus mendapatkan pertolongan darurat, karena tidak disengaja terkena peluru di kepala. Keadaannya sangat kritis, hingga tak sadarkan diri.

Anak Florentina (10) merupakan buah hati dari pasangan bapak Ironius Gabut dan mama Elviana Nurati. Mereka berasal dari kampung Ranggu-Kolang, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat. Keluarga ini tergolong sederhana. Sehari-harian orangtua bekerja sebagai petani di ladang dengan pendapatan di bawah upah minimum.

Kronologisnya, pada 19 Juni 2020, saat orangtua bekerja di sawah, tidak sengaja adik dari Florentina menekan pelatuk senapan angin yang sudah terisi peluru. Peluru itu nyasar dan mengenai kepala Florentina hingga ia tak sadarkan diri. Anak Florentina kemudian dibawa keluarga dan orangtua ke RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, Kabupaten Manggari. Di Ruteng anak Florentina diterima dan ditangani secara serius oleh para dokter di UGD. Setelah melakukan scan, peluru yang mengenai anak Florentina masih bersarang di kepalanya. Menurut para dokter di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, anak Florentina harus dirujuk ke Kupang.

Alasan utama anak Florentina dirujuk ke Kupang karena di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, alat-alat medis untuk operasi belum memadai. Di samping itu, dokter spesialis untuk operasi di RSUD dr. Ben Mboi, belum ada. Para dokter di Ruteng meminta keluarga untuk membawa anak Florentina ke RSDU Prof. Dr. WZ. Johannes Kupang. Para dokter meyakinkan keluarga agar anak Florentina dirawat di Kupang dengan pengananan maksimal.

Namun, ada berbagai pertimbangan yang muncul dari pihak keluarga. Pertama-tama, keluarga tidak memiliki dana yang cukup untuk membiaya anak Florentina. Keluarga sudah berencana membawa pulang anak Florentina ke kampung Ranggu. Keluarga berencana untuk melakukan pengobatan kampung. Keluarga resah mendengar penjelasan para dokter yang mengatakan bahwa untuk membiayai anak Florentina, dibutuhkan dana puluhan juta rupiah. Orangtua sendiri tidak sanggup. Terlihat orangtua merasa cemas dan takut dengan biaya semahal itu dibandingkan dengan pendapatan mereka sebagai petani.

Terlihat keluarga mati-matian untuk membawa anak Florentina ke kampung karena kendala keuangan. Namun, para dokter meyakinkan keluarga bahwa anak Florentina harus ditangani secara serius dengan cara dioperasi di RSDU Prof. Dr. WZ. Johannes Kupang. Para dokter juga bersedia membantu keluarga dengan cara menggalang dana. Dan salah satu di antara dokter atas nama dr. Husnaeny Rahayu Blegur bersedia mendampingi keluarga sampai di Kupang. Bahkan dr. Naeny bersedia untuk mengurus seluruh administrasi anak Florentina, baik saat operasi maupun perawatan selama di Kupang.

Akhirnya pada tanggal 12 Juni anak Florentina dibawa ke Kupang untuk dioperasi. Menurut dr. Naeny, di Kupang anak Florentina dibawa ke RSDU Prof. Dr. WZ. Johannes Kupang. Namun, pihak RSUD merujuk anak Florentina ke Rumah Sakit Siloam Kupang. Akhirnya, anak Florentina dioperasi di Rumah Sakit Siloam Kupang. Selama 4 jam anak Florentina dioperasi hingga ia sadar diri. Saat ini, keadaan anak Florentina sudah membaik. Ia sudah sadar, bahkan bisa berbicara. Walaupun dalam keadaan yang sangat memprihatinkan, anak Florentina masih sempat mengucapkan terima kasih untuk dokter dan orang-orang yang membantunya, baik para dokter instrship di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng maupun semua orang yang terlibat dalam menyumbangkan dana untuk operasinya.

“Terima kasih untuk para dokter di Ruteng dan orang-orang yang membantu saya,” uangkapnya penuh haru.

Misi Kemanusiaan

Saat ditemui media ini, penggalangan dana senilai 90-an juta rupiah yang dilakukan oleh 14 dokter intership di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, Kabupaten Manggarai merupakan spontanitas demi keselamatan nyawa manusia. Keselamatan nyata manusia adalah hukum tertinggi. Ke 14 dokter ini sudah mewujudkan penyelamatan nyawa manusia itu dengan nyata.

Keempat belas dokter itu antara lain: dr. Elisabet Meyzi Nurani, dr. Cecillia Apriliana Wulandari, dr. Azizah Hasanatul Fikriyah, dr. Laurentius Andre, dr. John Rafael Hiwa Radamuri, dr. Mutiara Handayani, dr. Sahurrahmanisa, dr. Husnaeny Rahayu Blegur, dr. I Gusti Agung Ayu Putu Apriani Dewi, dr. Indriani Listya Purwanti, dr. Ketut Wahyu Ananda Putra, dr. Ni Made Lintya Andani, dr. Leonardus Reynald Susilo, dan dr. Yohanes Maria Viane Putu Salim.

Setelah diwawancarai secara langsung, dr. Laurentius Andre, menjelaskan bahwa kegiatan penggalangan dana itu merupakan ungkapan spontanitas dari teman-teman dokter intership di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng. Tidak ada kepentingan lain di balik penggalangan dana itu. Apalagi keadaan ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat para dokter untuk secara gigih menggalang dana.

“Awalnya kami berdiskusi bersama terkait keadaan anak Floretina yang terkena peluru itu. Mendengar keluhan keluarga tentang mahalnya pembiayaan, apalagi mereka dari kampung dengan pendapatan yang tak menentu, akhirnya kami tergerak hati untuk menggalang dana tersebut. Berkat Tuhan, ada banyak orang baik yang memberikan sumbangan untuk anak Florentina, hingga mendapatkan dana senilai 90 an juta rupiah. Kami berterima kasih untuk semua warga Indonesia yang telah memberikan sedekah untuk anak Florentina,” ungkapnya dr. Andre, demikian disapa.

Hal senada disampaikan dr. Tia. Menurut dr. Tia, penggalangan dana tersebut lahir dari sentuhan nurani para dokter intership yang bekerja di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng. Panggilan nurani demi keselamatan nyawa manusia adalah hal utama yang perlu dilakukan para dokter. Panggilan nurani itu membuat kerja tim selama tiga hari itu mendapatkan hasil yang memuaskan. Semua dana itu diserahkan kepada keluarga anak Florentina.

“Penggalangan dana ini yang kami bisa lakukan untuk membantu anak Florentina. Kami adalah jembatan antara orang-orang yang memberikan bantuan untuk keluarga dan terutama anak Florentina. Semuanya demi nyawa manusia. Memang waktu itu keluarga keberatan dengan biaya yang cukup mahal. Namun, karena kami meyakinkan mereka dan berjanji untuk membantu dengan cara menggalang dana, akhirnya keluarga bisa bersedia untuk membawa anak Florentina ke Kupang. Semua dana yang terkumpul senilai 90-an juta. Kami sudah serahkan ke keluarga untuk biaya perawatan dan pemulihan anak Florentina,” uangkap dr. Tia.

Laporan dan Editor: Pepy Dain