Kemenangan Salib, Kekuatan Cinta: Ziarah Perdamaian Paus Fransiskus Di Irak

Nasional Rohani

Paus Fransiskus sangat tahu akan kekejaman ISIS beberapa tahun silam yang memporak porandakan dan menduduki Irak. Meski hanya melalui berita; Paus Fransiskus sangat tahu akan kematian rakyat Irak terutama umat Katolik di Irak yang menjadi korban kekejaman ISIS.

Meskipun ISIS sudah dilumpuhkan oleh pasukan militer Irak, namun bayang-bayang kekejaman ISIS masih menghantui insan jagat dimanapun saja. Bahkan ketika mendengar bahwa Paus Fransiskus akan melakukan kunjungan kepausannya di Irak banyak orang secara khusus umat Katolik merasakan ketakutan dan kekuatiran akan keselamatan Paus Fransiskus.

Namun semua ketakutan, kekuatiran dan bayang-bayang kekejaman ISIS itu tidak mampu menghentikan langkah perjalanan Paus Fransiskus menuju Irak pada tanggal 05-08 Maret 2021. Apakah itu semata-mata kehendak pribadi Paus Fransiskus? Apakah semata-mata karena undangan dan jaminan keamanan dari Presiden Irak bersama pasukan militernya? Bukan!! Tapi itu adalah kehendak dan kuasa Tuhan sendiri!!

Atau apakah itu hanya sebuah “pencitraan”? Tidak! Tapi itu adalah kehendak Tuhan sendiri yang memanggil dan mengutusnya untuk memikul salib penderitaan bangsa dan umat Katolik Irak dengan menyuarakan pengampunan dan perdamaian.

Paus Fransiskus ketika memberikan renungan pada doa Angelus; 06-September 2015 pernah menyampaikan demikian;

“Berhadapan dengan tragedi dimana puluhan ribu pengungsi yang menyelamatkan diri dari kematian akibat perang dan kelaparan; Injil memanggi kita, meminta kita untuk lebih dekat dengan mereka yang terkecil dan terlantar.”

Dari pesan Paus Fransiskus ini, menjadi jelas bahwa perjalanan Kepausan Paus Fransiskus ke Irak semata-mata adalah panggilan dan perutusan dari Allah sendiri. Allah mengutus Paus Fransiskus untuk lebih dekat dengan salib berat yang sedang dipikul oleh rakyat dan umat Katolik Irak seraya menguatkan harapan dan meneguhkan iman bahwa Salib pada akhirnya menjadi pemenang, Salib membawa sukacita, cinta persaudaraan dan persatuan sebagai sesama anak bangsa Irak.

Kemenangan Salib itu nyata sebagaimana yang disharingkan oleh seorang ibu di Qaraqosh yang kehilangan puteranya akibat bom yang dilakukan oleh ISIS, dimana sang ibu mengungkapkan kesaksiannya dalam satu kata; “Pengampunan.”

Pengampunan adalah kemenangan Salib yang meneguhkan cinta. Dari Salib Yesus menyatakan kemenangan Salib yaitu pengampunan secara nyata;

“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Luk 23:34).

Sabda Pengampunan inilah yang menjadi kemenangan Salib meneguhkann cinta Paus Fransiskus untuk menyuarakan perdamaian dan pengharapan bahwa kekerasan tidak akan pernah mengalahkan pengampunan, kekeraan tidak akan pernah meruntuhkan keteguhan iman.

Dari Irak, Paus Fransiskus, Rakyat dan Umat Katolik Irak sudah dan sedang mengabarkan kemenangan Salib yaitu kemenangan perdamaian dan persatuan. Salib yang dalam pandangan ISIS adalah ancaman namun bagi Paus Fransiskus, rakyat dan umat Katolik Irak, Salib adalah kebijaksaan dan kekuatan Allah yang mendamaikan dan mempersatukan.

Manila: 14-Maret 2021
RP. Tuan Kopong MSF