Kementerian PPN Bappenas gelar konsultasi regional lintas Nusa Tenggara di Labuan Bajo

DaerahFlores

Labuan Bajo, SorotNTT.com – Dalam rangka selaraskan tujuan serta sasaran agenda pembangunan, Kementerian PPN BAPPENAS akan  menggelar  konsultasi regional lintas wilayah nusa tenggara di hotel jayakarta Labuan Bajo, Senin (26/8/2019). Sebelumnya, kegiatan yang sama telah dilaksanakan di empat pulau, yakni Jawa-Bali, Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan,

Konsultasi regional lintas wilayah itu menjadi penting dilaksanakan bertujuan untuk menghimpun masukan dan menyamakan persepsi dari segenap pelaku pembangunan, khususnya elemen masyarakat daerah, meliputi berbagai unsur seperti Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi dan Kabupaten, Perguruan Tinggi, Akademisi, serta Organisasi Masyarakat Setempat (OMS), pelaku usaha, dan merupakan amanat dari UU No. 25 Tahun 2004 sebagai arahan dalam pembangunan lima tahun ke depan.

Khusus di Nusa Tenggara saat ini, akan digali permasalahan terkait penguatan sektor ekonomi yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan investasi, pengembangan antar wilayah di Nusa Tenggara dalam rangka mengurangi kesenjangan, pengembangan infrastruktur yang mendukung ekonomi sebagai pelayanan dasar menuju peningkatan kualitas serta daya saing SDM, revolusi mental, isu kebencanaan, perubahan iklim dan lingkungan hidup, stabilitas Polhuhankam dan pelayanan publik.

Potensi SDA dan pariwisata di kawasan Nusa Tenggara masih menjadi unggulan, namun isu kemiskinan masih terjadi di wilayah ini. Selain itu, infrastruktur dasar dan konektivitas antar -wilayah yang kurang memadai, optimalisasi peran wilayah perbatasan sebagai beranda negara, dan tingginya potensi bencana serta isu lingkungan hidup masih membayangi pembangunan Nusa Tenggara.

Konsultasi regional membahas tujuh agenda pembangunan, yaitu memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan ekonomi berkualitas, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan, mewujudkan pembangunan manusia yang berkualitas dan berdaya saing, membangun kebudayaan dan revolusi mental, memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar; membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim, serta memperkuat stabilitas politik hukum dan hak asasi manusia dan transformasi pelayanan publik.

Penyelenggaraan konsultasi regional merupakan salah satu tahapan penting dalam penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang selalu dikonsultasikan Kementerian PPN Bappenas per pulau besar, yakni Jawa Bali di Surabaya, Sulawesi di Manado, Sumatera di Medan, Kalimantan di Balikpapan, Nusa Tenggara di Labuan Bajo, serta Maluku dan Papua di Sorong.

Penyusunan RPJMN 2020-2024 dilakukan dengan pendekatan THIS: Tematik (penentuan tema prioritas), Holistik (pencapaian prioritas nasional koordinasi berbagai K/L dan pemerintah daerah), Integratif (keterpaduan berbagai program dan kegiatan untuk mencapai prioritas nasional), dan Spasial (keterkaitan antarwilayah untuk mencapai sasaran prioritas nasional) yang didukung dengan penganggaran berbasis program (Money Follows Program). Tahapan penyusunan Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 adalah: pertama, penyusunan kajian awal (background study) sebagai landasan akademis yang menjelaskan kondisi, kinerja, dan tantangan pembangunan secara obyektif; Kedua, penyusunan Rancangan Teknokratik RPJMN yang menguraikan kerangka pikir, skenario pembangunan lima tahun ke depan, rancangan arah kebijakan, tema pembangunan, dan substansi pendukung; Ketiga, pemutakhiran Rancangan Teknokratik menjadi Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 dengan mengacu pada visi dan misi Presiden terpilih, arahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), prioritas pembangunan daerah dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) sebagai komitmen global.

Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 akan menjadi acuan bagi K/L dalam menyusun Rencana Strategis (Renstra) dan bagi Pemerintah Daerah dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). RPJMN 2020-2024 menargetkan tingkat pertumbuhan ekonomi 5,4-6,0 persen per tahun, tingkat kemiskinan menurun menjadi 6,5-7 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) antara 4,0-4,6 persen, dan Rasio Gini mencapai 0,370-0,374. Untuk mempertajam fokus dan pengendalian program, RPJMN 2020-2024 akan disusun bersama Major Project 2020-2024 yang memuat proyek-proyek strategis dan terintegrasi dengan melibatkan K/L, pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan masyarakat (*)

Laporan : Tim