kepala desa rengkam potong beras bantuan

Kepala Desa Rengkam Diduga Potong Beras Bantuan

Daerah Flores

Borong, SorotNTT.com – Kondisi masyarakat Desa Rengkam, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur ibarat ayam kehilangan induk. Itulah peribahasa yang pantas buat desa ini. Desa Rengkam ini tidak memiliki kantor desa. Urusan apa pun di desa ini dilayani di kediaman pribadi Kepala Desa Rengkam, Fransiskus Yunsun.

“Belakangan, Kades Rengkam jarang ada di tempat sehingga setiap urusan masyarakat mengalami kesulitan” kata Stanislaus Wahi salah seorang warga.

Saat dikonfirmasi SorotNTT via SMS dan telepon, Kamis, (14/2/2019), Kepala Desa Rengkam, Fransiskus Yunsun, mengaku sedang berada di sawah. Padahal masih jam dinas. Melalui pesan singkat, media ini menginformasikan kepada Kades bahwa sore akan tiba di kediamannya.

SorotNTT tiba di kediaman Kades pukul 18.30 Wita namun Kades tidak berada di tempat. Berdasarkan pengakuan dari Yohanes Kaut dan Elisabeth Tenge (orang tua kandung Kades) mengaku bahwa Kades berangkat ke Ruteng sejak Senin, 11/2/2019.

Stanislaus Wahi menuturkan, “Diduga Kepala Desa tidak betah di rumah karena utang beras rastra dari masyarakat sejumlah 4.990 kg belum dibagikan oleh kepala desa kepada warga.”

Ada 5 orang penerima rastra yang tercatat di Dinsos tetapi beras tidak pernah mereka terima sejak tahun 2016 sampai 2018. Kelima warga tersebut masing-masing, Benyamin Syukur, Paskalis Harsalem, Donatus Datuk, Kanisius Kasi, dan Fransiskus Hanti.

“Tanggal 9/2/2019 persoalan ini sudah dilaporkan kepada pihak Tipikor dan menindaklanjuti laporan yang pernah dilayangkan ke Dinsos. (Dinsos) terkesan lamban dan tidak serius menanggapi laporan kami,” kata Stanislaus.

“Kalau ditotalkan dalam bentuk uang,” kata Stanislaus, “Diperkirakan Rp 62.000.160 (enam puluh dua juta seratus enam puluh ribu rupiah). Bukan soal nominal maksimal tetapi lebih kepada persoalan kebutuhan dan hak masyarakat. Beras saja dia spekulasi apalagi Dana Desa.”

Keterlibatan dinas terkait terutama inspektorat sangat dibutuhkan agar Desa Rengkam ini diaudit untuk menjawab persoalan dan polemik yang dialami warga di Desa Rengkam ini. Penyimpangan yang dilakukan oleh Kepala Desa Rengkam membuat warga geram karena sang Kades selalu menghindar. Kebutuhan desa dalam hal ini kantor desa saja tidak ada.

Kantor desa yang dibangun pada masa Kades Sabinus Gunung berapa puluh tahun lalu, tidak pernah disentuh atau direnovasi oleh Kades Fransiskus Yunsu. Kondisi kantor ini sudah hancur dan reyot. Atap jebol dan bagian dalamnya hancur total.

Pengalokasian dana pembangunan Kantor Desa Rengkam diduga sudah diembat oleh Fransiskus Yunsun. Terbukti sampai saat ini Desa Rengkam tidak memiliki kantor desa. Desa tertua di Kecamatan Poco Ranaka Timur ini mengalami kemunduran dalam tata kelola desa dibandingkan empat desa yang dimekarkan dari Desa Rengkam ini.

Fransiskus terkesan otoriter dalam memimpin desa ini dan terkesan gagal dalam manajemen tata kelola desa. Plakat anggaran dan profil desa tidak terlihat dipajang di desa ini. Dari sisi regulasi, ini merupakan pelanggaran administrasi yang terjadi di Desa Rengkam, kepekaan dari dinas terkait sangat dibutuhkan.

Warga sungguh mengalami banyak kendala dalam berurusan dengan Kepala Desa Rengkam. Yunsun terkesan bukan seorang pemimpin yang siap melayani tetapi lebih memilih sikap masa bodoh. Desa Rengkam butuh penanganan yang serius dari Dinas terkait untuk melihat lebih dalam perkembangan tata kelola Keuangan Desa dan Pembangunan Desa. (Wens)