Kerja Asal Jadi, Kualitas Lapen Jalan Mukun-Ladok-Mbata Sangat Buruk

Daerah

Borong, SorotNTT.com- Kualitas proyek lapisan penetrasi (lapen) peningkatan jalan Mukun- Ladok-Mbata (segmen:rapusese-Lekolelang /jalan menuju Rumah Gendang Manus) di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, tampak buruk karena dikerjakan asal jadi oleh kontraktor CV Budi Utama.

Berdasarkaan pantauan SorotNTT.com, beberapa hari ini, kurang lebih 10 titik tampak material aspal sudah terkelupas. Padahal, proyek tersebut baru selesai dikerjakan satu minggu yang lalu.

Salah satu warga setempat berinisial RW mengatakan, pekerjaan lapen tersebut baru selesai satu minggu yang lalu, namun hampir semua titik di ruas jalan lapen mengalami kerusakan parah.

“Pak, satu minggu yang lalu proyek lapen baru selesai. Selama ini belum ada kendaraan yang melintasi lapen tersebut. Kok, material aspal sudah terkelupas?” ungkap RW.

Warga setempat sangat prihatin dengan proyek lapen yang menelan biaya begitu banyak, tapi kualitasnya buruk. Warga menilai, pengerjaan proyek lapen tersebut hanya menghabiskan uang negara, karena tidak sesuai petunjuk teknis.

“Kami menilai pekerjaan proyek ini tidak sesuai perencanaan atau petunjuk yang ada. Hasilnya buruk,” lanjut RW.

Ia berharap, Pemkab Matim melalui Dinas PUPR untuk turun ke lokasi, melihat hasil pengerjaan proyek ini. Dengan demikian, kerusakan lapen segera diperbaiki, karena proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan.

“Jangan sampai menunggu masa pemeliharaan jalan berakhir, Pemkab Matim turun dan perbaik yang rusak. Itu tidak efektif,” harapnya.

Perlu diketahui bahwa, proyek peningkatan jalan Mukun- Ladok-Mbata (segmen: rapusese-Lekolelang /jalan menuju rumah Gendang Manus) sudah menelan anggaran tahun 2020 sebesar Rp. 727.903.000.00 dengan jangka waktu pekerjaan 100 hari. Namun, pekerjaannya tidak sesuai petunjuk dan harapan masyarakat.

Laporan : Dodi Hendra
Editor: Pepy Dain