Ketika Gubernur NTT ke Matim

Esai

Baru-baru ini, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengunjungi Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Bukan untuk berwisata tentunya. Ia datang untuk meninjau pembangunan Manggarai Timur sekaligus untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

Judulnya, “Tatap Muka”. Etikanya, untuk mendengarkan saran dan pendapat orang lain tentu harus berhadapan dan saling tatap. Di situ, terjadi fokus. Dan tepat, tatap muka itu berjalan baik. Aspirasi masyarakat Manggarai Timur didengarkan oleh pemimpin politik Provinsi NTT, VBL.

Ternyata, Viktor Laiskodat juga penikmat kopi. Ia sangat menikmati kopi Colol. Itu kopi khas Manggarai Timur. Kalau semua orang Manggarai Timur seperti Viktor Laiskodat, maka pendapatan petani kopi akan baik; Pariwisata community base di sentra-sentra kopi akan tumbuh baik. Nah, pertumbuhan ekonomi juga baik.

Gubernur NTT sedang memberikan perhatian besar pada pariwisata NTT. Tampaknya, ia ingin turis jangan hanya berhenti di Pulau Komodo, tetapi menyebar ke seantero Flores, bahkan semua destinasi di NTT.

Karenanya, saat tatap muka dia tidak hanya ingin mendengarkan harapan masyarakat. Viktor Laiskodat juga ingin kebijakan pemerintah daerah dan kerja setiap lapisan masyarakat NTT searah dan selaras dengan visi-misi gubernur dan wakil gubernur NTT.

“NTT Bangkit, NTT Sejahtera” hanya bisa terjadi apabila semua pihak bekerja sama dan saling mendukung. Tanpa dukungan masyarakat, niat dan program bersama tidak akan berjalan baik. Output-nya tidak nihil.

Jelas, saat di Manggarai Timur, Gubernur Viktor Laiskodat menyinggung soal kehumasan. Korelasinya dengan pariwisata sangat dekat, bukan hanya soal kerja dan kinerja pemerintah daerah.

Di Pemda, kerja Humas harus pro-aktif dan kreatif. Ia tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi aktif menyebarkan informasi. Itu pun harus dengan cara kreatif: menarik dan berbobot.

Karena Humas berarti “benteng” pemerintah, maka isinya harus orang-orang punya isi kepala dan melek teknologi. Selebihnya, improvisasi. Tentu bekerja sama, saling isi, itu sangat baik. Bukan hanya satu orang yang menonjolkan diri sendiri.

Kalau ada informasi baik, informasi unik, prestasi daerah, dll, sebarkanlah. Banyak media menunggu informasi itu. Asal, data dan detailnya jelas. Itu saja. Selebihnya, ajak awak media ngopi bareng. Di tengah tekanan kerja, orang butuh suasana santai dan senyum.

Mungkin itulah cita-cita Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, SH., M.Hum mengajak Gubernur Viktor Laiskodat menuju “Pulau Aset”. Tujuannya, biar Pak Gub bisa memberikan sedikit perspektif tourism dalam rencana pengembangan pulau itu. Bocorannya, akan dibangun sentra kuliner di pinggir pantai Borong itu. Wisata pantai, bukan? Masyarakat bisa bersantai ria di sana.

Itu cara Pemda Matim hendak memanjakan masyarakat. Masyarakat Matim bisa berkreasi di sentra kuliner itu nanti. Mungkin ada lapak-lapak kuliner di sana. Kalau sudah dapat, jangan disewakan lagi. Itu kebiasaan buruk. Gunakanlah sendiri dan ciptakanlah menu (lokal) yang terbaik. Turis itu suka makanan lokal.

Ketika gubernur NTT datang ke Manggarai Timur, ia omong tentang Manggarai Timur. Kita simak pernyataannya, kita tangkap niatnya. Lalu kita tunggu, apa gebrakannya untuk Manggarai Timur. Itu semua demi Matim bangkit, Matim Sejahtera.

Terima kasih, Pak Gub.  

Alfred Tuname
Esais