Ketua Aliansi AMAN :Lokasi Pembanguan Waduk Merupakan Tanah Ulayat Bukan Milik Pemerintah

Nagekeo,Sorotntt.com-Masyarakat adat Rendu,Desa Rendu Botowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo,Flores,Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengatakan pihaknya tidak menolak pembangunan waduk di Wilayah itu.

“Kami tidak menolak pembangunan waduk di wilayah Kabupaten Nagekeo. Hanya saja, kami sudah menawarkan lokasi alternatif di Lowo Pebhu.karena lokasi tersebut jauh dari pemukiman warga dan tidak memiliki dampak lingkungan,” kata Pilipus Kami,Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Nusa Bunga kepada sejumlah awak media, Senin,17/1/2022.

BACA JUGA:  Kegiatan Survei Waduk Lambo, Ternak Warga Jadi Korban

Pilipus menegaskan, lokasi yang menjadi pembanguan waduk lombo di Lowose merupakan tanah ulayat,bukan tanah milik Pemda Nagekeo atau Pemerintah Pusat.

“Dari dulu saya bilang, ‘lokasi tersebut bukan milik Pemda Nagekeo dan Pemerintah Pusat’. Untuk itu, ‘Pemerintah tidak boleh semena-mena melakukan pembangunan di lokasi itu’,” tegasnya.

Padahal,lanjut Pilipus ,Masyarakat yang menolak pembanguan waduk lombo sudah berusaha untuk membicarakan persoalan tersebut kepada bupati .namun bupati tidak pernah respon.

BACA JUGA:  Komandan Korem 161/WS Pimpin Pemusnahan Senjata Api Jenis Springfield dari Satgas Pamtas Yonif 742/SWY dan Yonarmed 6/TN

“Masyarakat membuat surat ke Bupati dan melakukan aksi unjuk rasa, untuk melakukan audiens dengan Bupati dan DPRD Nagekeo, namun tidak pernah ditanggap,”tutupnya.

Sebagai Informasi,masyarakat adat Rendu melakukan penolakan lokasi pembangunan waduk sejak tahun 2001lalu.