Ketua LSM Ladikum Meminta AMP PT.MAP Hentikan Kegiatanya, Diduga Tidak Meniliki Izin

Daerah

Ruteng, SorotNTT.Com-Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Lembaga Advokasi Demokrasi dan Investigasi Kebijakan Umum(LADIKUM) menyoroti terkait aktifitas PT. Menara Armada Pratama(MAP), Rabu(10/07/2020)

Hal terkait Izin pabrik Asphalt Mixing Plant (AMP) dan Stone Crusher milik PT.MAP yang terletak di Golo Mongkok, kecematan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur di duga kuat tidak mengantongi izin produksi.

“Dari berbagai informasi yang kami dapat tentang keberadaan AMP milik PT. MAP itu, dan sesuai penjelasan dari Dinas terkait, bahwa sama sekali tidak mengantongi izin produksi,” Jelasnya.

Berbeda dengan fakta lapangan bahwa diduga PT.MAP masih beroperasi, tentu ini melanggar aturan yang berlaku. 

Menurut Sales Kantur, mendasari Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, maka AMP PT. MAP tersebut wajib memiliki izin lingkungan sesuai ketentuan yakni Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL).

” Kami jug menduga ada masalah pajak disana, apakah masuk ke KAS negara atau tidak?, perusahaan itu ada baiknya diperiksa, termasuk soal pajaknya, karena sulit diperkirakan sudah berapa banyak produksinya yang mana semestinya ada pajaknya” katanya.

Untuk aktifitas PT.MAP Salesius menyampaikan, semestinya kegiatanya harus dihentikan sebelum ada kepastian mengenai izinnya.

pOantauan kami juga dilapangan serta informasi dari masyarakat, jika tidak salah AMP nya sudah beroperasi sejak 2019 yang lalu. Bukan hanya itu, disitu ada juga stone crusher, jika tidak salah sudah beroperasi sejak 2018,” ungkapnya.

Diapun berharap, agar dinas terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Timur dan Pihak berwewenang atau berwajib segera memeriksa keberadaan AMP milik PT. MAP tersebut.

Media ini telah mengkonfirmasi direktur PT.MAP melalui via wastapp, untuk mengklarifikasi terkait ijinan AMP dan Cruser tersebut. Akan tetapi direktur PT.MAP belum bersedia memberikan keterangan lengkap kepada media ini, Sampai berita ini diturunkan.