Ketua MOI NTT Tanggapi Pernyataan Karo Humas NTT

Komentar Herry Battileo terkait pernyataan Karo Humas NTT

KUPANG, SorotNTT.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Media Online Indonesia (MOI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Herry F. F. Battileo, SH.MH, sangat menyayangkan pernyataan dari Karo Humas Provinsi NTT  terkait pemberitaan 50 media online di NTT belum memberikan informasi yang lengkap seperti yang dilansir di Pos Kupang 17 Juni 2019 yang lalu.

“Tentang media online saya kira jangan pergunakan pemahaman sempit, perlu banyak belajar kalau negatif komentarnya karena tidak memahami apa sebenarnya itu media online,” ungkap Herry.

Menurut Herry, media online disebut media elektronik karena itu tidak dapat menulis seperti tulisan yang dimuat di koran atau media cetak. Paling banyak di media online 5 paragraf saja, yang penting substansi dari isi suatu maksud dan tujuan serta arti dari berita, sehingga tidak perlu panjang lebar dan berulang kalimat seperti di media cetak. 

BACA JUGA:  Proyek Irigasi Persawahan Wae Ngeles Tanpa Papan Informasi, Warga Anggap Itu Proyek Siluman

“Karo Humas Provinsi NTT tidak mengerti maksud dan tujuan dari sebuah pemberitaan di media online. Beliau perlu banyak belajar memahami tulisan di media online. Pemberitaan di media online hampir sama pemberitaan di TV, tidak perlu banyak tulisannya. Kalau di TV  hanya gambar yang menceritakan peristiwa  saja itu pun gambar berulang. Saya mantan Pemimpin Redaksi TOP TV (selama) 3 tahun di Papua, saya tidak sependapat dengan apa yang Beliau maksudkan,” kata Ketua DPW  MOI Provinsi NTT tersebut.

BACA JUGA:  Sambut Mahasiswa KKN Undana, Bupati Flotim: Berikan Nilai yang Lebih untuk Masyarakat

Lebih lanjut Herry menegaskan, sebagai Karo Humas Provinsi NTT seharusnya lebih banyak menunjang kinerja dari Gubernur melalui pemahaman Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008, sehingga pemfilteran bahasa Gubernur tidak disalahartikan dan dapat memahami lain dari arti sebenarnya maksud pernyataan Gubernur.

“Karo Humas Provinsi NTT seharusnya lebih banyak berfungsi untuk mengawal kebijakan, diolah dengan baik, dan selanjutnya disampaikan kepada publik terkait semua pernyataan dari Gubernur dan bekerja sama dengan pihak media sehingga pernyataan Gubernur dapat tersaring dengan baik ketika dipublish ke masyarakat, bukan sebaliknya memberi penilaian atas keberadaan media online yang ada!” tegas Herry.