Ketua Umum HIPPRMAST Kupang Desak DPRD Sumba Tengah Terbitkan PERDA ‘Kawin Tangkap’

DaerahSumba

KUPANG, SorotNTT.com – Frengki Eka Putra Ratu Radja, ketua Umum Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sumba Tengah, Mendesak DPRD sebagai pembuat aturan agar segera membuat PERDA tentang Kawin Tangkap.

Menurutnya, ‘Kawin Tangkap’ merupakan perlakuan yang tidak menghargai harkat dan martabat kaum perempuan. Bahwa tindakan ini pernah ada dalam sejarah Sumba Tengah dan ini benar adanya. Namun Dalam perkembangan terkini dengam kesadaran yang tinggi akan hak-hak perempuan, hal-hal seperti ini tidak lagi bisa dibenarkan.

Contohnya, seandainya adik atau saudari kita yang diperlakukan seperti itu, kita pastinya tidak akan menerima hal tersebut.

Frengki menjelaskan bahwa kesadaran terkini menghendaki agar kawin tangkap tidak boleh lagi terjadi di tengah masyarakat kita. Apalagi jika alasannya ‘karena itu merupakan bagian dari budaya kita’. Budaya itu selalu menghidupkan, etis, dan manusiawi, jika tidak, ia layak ditinggalkan dan dihilangkan.

“Dan merespon pernyataan KETUA DPRD Kabupaten Sumba Tengah di salah satu media online yang menjelaskan bahwa tindakan itu tidak dibenarkan dan harus ditinggalkan, maka saya berharap ada tindak lanjut dari DPRD Sumba Tengah untuk dibuatkan dalam bentuk Perda sehingga mempunyai kekuatan hukum, sehingga tindakan ini bisa dihentikan. Juga melihat solusi yang beliau tawarkan dalam media tersebut, saya merasa masih belum bisa menanggulangi tindakan ini, karena rasanya pernyataan tersebut belum bisa menjaga harkat dan martabat kaum perempuan secara hukum,” kata Frengki.

“Dan saya berharap dari setiap pemangku kepentingan di Sumba Tengah, baik dari pemerintah, tokoh agama, bahkan tokoh adat untuk bisa duduk bersama supaya sepaham untuk menghentikan tindakan ini. Dan terutama semua kaum milenial yang merupakan agen of change, mari berjuang untuk keadilan bersama,” lanjutnya.

Dia juga mengingatkan masyarakat tentang HAM dan kesetaraan gender.

“Kita berbicara kesetaraan dan HAM, maka semua harus mendukung hal yang baik untuk martabat dan kemajuan perempuan Sumba. Jangan sampai kita hanya bisa berteriak mengenai kesetaraan, tapi tidak ada tindakan perlindungan hak dari semua pihak,” ungkapnya.

Dalam himbauannya, Frengki juga berbicara tentang kebebasan bagi perempuan Sumba Tengah dalam menentukan arah hidup dan kesempatan untuk menjadi pemimpin.

“Cukup sudah kita mendengar jeritan dan tangis kaum perempuan di Sumba tengah, mereka juga layak merdeka, layak menentukan arah hidup mereka, layak menjadi seorang pemimpin, layak mengekspresikan kebebasan hidup mereka, dan layak menjadi pelaku perubahan,” pintanya.

“Sudah saatnya sumba melakukan revolusi budaya, meninggalkan segala tindakan kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk apapun”, lanjutnya.

Laporan: Umbu Agus