Keturunan Dalu Riwu Menyikapi Pergantian Nama Kecamatan di Matim

Daerah

Borong,Sorotntt.com – Keturunan Dalu Riwu dan sejumlah Tokoh Masyarakat Riwu menyikapi perubahan nomenklatur Kecamatan Poco Ranaka dan Poco Ranaka Timur menjadi Kecamatan Lamba Leda Selatan dan Lamba Leda Timur.

Menurut keturunan dalu Riwu kebijakan tersebut tidak mempertimbangkan sejarah kekuasan Kedaluan Riwu, Congkar dan Lamba Leda.

Hal itu diungkapkan Rafael Kasor, Keturunan Dalu Riwu, Ia mengatakan bahwa sejak ide dan wacana perubahan nama kecamatan tersebut, mereka (keturunan Dalu Riwu dan tokoh masyarakat Riwu) tidak pernah diundang oleh Andreas Agas, Bupati Manggarai Timur untuk duduk bersama “lonto leok” dengan tujuan untuk dibahas secara bersama.

“Kami tidak pernah dilibatkan. Kebijakan perubahan nama kecamatan ini telah menyinggung dan mencedrai perasan kami orang Riwu yang memahami dengan benar sejarah kekuasan kedaluan Riwu bagian utara”, Kata Rafael Kasor dalam konferensi pers di Cafe 33, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Sabtu 6/11/2021 siang.

BACA JUGA:  Kepala BKKBN RI Kunker ke Manggarai Timur

“Bahwa kekuasan kedaluan Riwu dan Lamba Leda melalui kesepakatan antara Empo Manang (Riwu) dan Tumpung (Lamba Leda), kemudian seiring berjalannya waktu terjadi ekspansi,” Tambahnya lagi.

Ia menilai, Kebijakan Bupati Matim dalam merubah nama kecamatan merupakan bentuk pemimpin yang otoriter dan sekaligus mengkebiri wilayah kedaluan Riwu dan kedaluan Congkar yang masuk di Kecamatan Lamba Leda Selatan dan Lamba Leda Timur.

“Kami atas nama keturunan Dalu dan tokoh masyarakat Riwu menolak perubahan nomenklatur nama kecamatan baru untuk kepentingan sesaat. Karena sesungguhnya, kepentingan kami adalah menjaga dan mempertahankan sejarah agar tidak dimanipulasi oleh oknum tertentu untuk kepentingan sesat,” ucapnya.

BACA JUGA:  Bupati Hery: Kita Optimis Tiga Tahun Perbaikan Infrastruktur Sudah Selesai

Sementara itu dalam kesempatan itu juga , Vinsensius Aliman, salah satu tokoh sejarah pemekaran Kabupaten Manggarai Timur meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan berbagai pernyataan yang menyesatkan, serta menguburkan fakta sejarah hubungan ase (adik) kae (kakak) yang telah diwariskan oleh Empo Manang dan Empo Tumpung sampai pada keturunannya saat ini.

Untuk itu, Ia meminta Bupati Manggarai Timur untuk segera mencabut Perda yang menetapkan perubahan nama ke dua kecamatan tersebut.

“Kami keturunan Dalu Riwu dan tokoh masyarakat Riwu meminta kepada Bupati untuk mencabut Perda yang menetapkan perubahan nomenklatur Kecamatan Poco Rana ka menjadi Lamba Leda Selatan dan Poco Ranaka Timur menjadi Lamba Leda Timur,” Tegas Vinsensius.

BACA JUGA:  Mubazir, Lebih 3 Tahun Dibangun, Kantor Dinas Kehutanan Uptd Matim Belum Difungsikan,Ada Apa?

Laporan : Dodi Hendra