Kisah Lambertus Monce: Sudah Tiga Tahun Menderita Akibat Kecelakaan

Daerah

Borong, SorotNTT.com- Lambertus Monce warga asal Wae Paci, Desa Golo Mangung, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur kini hanya berbaring lemah di kediamannya. Ia bergulat dengan sakit sejak kecelakaan mobil tiga tahun silam. Saat itu, ia masih bekerja sebagai supir mobil di Benteng Jawa, Manggarai Timur.

Sejak kejadian nahas itu, Lambertus tidak bisa bekerja lagi. Ia mengalami sakit parah, gangguan pada tubuh dan tulang yang menyebabkan lumpuh. Ia butuh penanganan yang prima dan modal yang besar untuk sembuh kembali. Padahal, ia merupakan tulang punggung untuk menafkahi keluarga. Isteri yang sebelumnya bekerja sebagai petani, kini sepanjang hari merawat suaminya.

“Isterinya tidak kerja. Hanya perhatikan suami sepanjang hari. Soalnya, dia (Lambertus Monce) tidak bisa buat apa-apa. Hanya berbaring di tempat tidur,” tutur Kepala Desa Golo Mangung Engelbertus Hendrik Anam per telepon kepada media ini saat menemui keluarga.

Suami dari Falentina Merlin (27 tahun) itu sudah dikaruniai dua orang anak. Keduanya masih berumur di bawah lima tahun, sulung berumur 2 tahun dan bungsu berumur 1 tahun. Karena tidak terurus lagi, kedua anak itu mengalami kekurangan gizi, sehingga memikul status stunting.

“Dua anak dari beliau, statusnya stunting,” lanjut Kades.

Dalam gubuk bambu berukuran kecil tersebut, keluarga hanya berharap uluran tangan kasih dari orang lain untuk kebutuhan sehari-hari. Tentu keluarga juga memikirkan kebaikan dan pendidikan anak ke depan. Sedangkan, komoditi dan pendapatan tidak ada.

Kades Berkunjung Keluarga

Kepala Desa Golo Mangung Engelbertus Hendrik Anam tergerak hati karena kondisi warganya, Lambertus Monce yang memprihatinkan akibat kecelakaan mobil pada tahun 2019. Sebelumnya keluarga ini tinggal di Benteng Jawa-Matim.

Pada hari Minggu, 07/02/2021, Kades Engel demikian disapa, berkunjung ke rumah warganya itu di Wae Paci sekaligus memantau kondisi jalan longsor akibat curah hujan tinggi di wilayah tersebut.

“Mereka baru dua (2) minggu di kampung Wae Paci. Sebelumnya mereka tinggal di Benteng Jawa,” jelas Kades.

Kades Engel mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial kepada warganya yang sedang sakit dan kurang mampu. Ia mengaku sangat prihatin dengan kondisi warganya, sehingga harus menjenguk.

“Ini wujud kepedulian sosial kami melalui dukungan kepada warga, bukan pencitraan. Harapan kita dia (Lambertus Monce) cepat sembuh dari sakit, sehingga bisa bekerja lagi untuk memikirkan keluarga dan pendidikan anak,” lanjutnya.

Dalam kunjungan tersebut, Kades Engel juga memberikan asupan makanan tambahan bagi keluarga. Ia juga mendata keluarga baru ini untuk menerima bantuan dari pemerintah.

“Saya memberikan sedikit asupan makanan tambahan untuk anaknya yang mengalami gizi buruk. Kita juga mendata agar keluarga ini bisa mendapatkan BLT tahun 2021 ini,” tuturnya.

Ia berharap agar Pemda Matim melalui Dinas Sosial bisa membantu dan mengurus perawatan medis untuk kesembuhan Lambertus.

“Keluarga tidak memiliki dana untuk perawatan medis. Kita berharap uluran tangan kasih dari Pemda Matim,” jelasnya.

Saat ini, kondisi keluarga Lambertus cukup memprihatinkan. Mereka sulit memenuhi kebutuhan dasar, karena tidak ada yang membantu. Jika ada orang yang tergerak hati untuk membantu keluarga ini, bisa kirim bantuan berupa uang lewat nomor rekening: 4727-01-031143-53-2, a.n. Falentina Merlin atau menghubungi HP Kades Engel: 081 239 221 455.

Laporan: Dodi Hendra
Editor: Pepy Dain