Kisah Penghianatan Cinta Salah Satu Oknum Guru Honorer MAN Pota, Berakir di Pengadilan

Daerah

Borong, SorotNTT.com- kisah pengkianatan Cinta salah satu oknum guru Honorer MAN Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai, NTT, berinisial MS terhadap SK berarkir di Pengadilan Negeri Ruteng.

Diketahui MS digugat oleh mantan kekasihnya SK di Pengadilan Negeri Ruteng, lantaran MS telah menyakiti hatinya serta dianggap ingkar janji.
Dari informasi yang didapat Sidang pertama gugatan perdata SK terhadap MS ini berlangsung Selasa 13 Oktober 2020.

Diketahui kasus ini sudah berlangsung lama, dan upaya mediasi serta upaya mencari keadilan oleh SK dan keluarga sudah dilaksanakan, tetapi tidak kunjung memperoleh hasil.

Dari keterangan keluarga korban, pihak keluarga telah berupaya mengadu persoalan ini keberbagai pihak, mulai dari pengaduan kepihak Sekolah(MAN Pota), Camat Sambi Rampas, Polsek Sambi Rampas, KUA(Kantor Urusan Agama) Sambi Rampas dan Depag Kabupaten Manggarai Timur, namun semuanya tidak menemukan hasil, bahkan terkesan semua pihak tersebut mengabaikan persoalan mereka ini.

“Saat ini diketahui MS Sudah menikah dengan perempuan lain”
Kaka korban SW kepada media ini menyampaikan keronologis awal mula kejadian ini terjadi:

“Hubungan Cinta SK dan MS awalnya merupakan jalinan cinta biasa, keduanya merupakan rekan guru yang mengajar di Sekolah yang sama yaitu di MAN Pota . 

Keduanyapun sudah sempat Selarian (Kawin lari), dimana MS mengajak adik Saya itu untuk bermalam di Rumahnya”,Jelas SW Saudara SK.

Dijelaskan pula, sebelum tanggal 14 April 2020, keduanya sudah menjalin hubungan layaknya suami istri yang sah,hal tersebut diyakinkan oleh tergugat karena telah menjanjikan kepada penggugat untuk menjanjikan pernikahan.

Pada tanggal 14 April 2020 keduanya bersepakat untuk selarian dan penggugat termakan dengan ratu gombal dari tergugat… Belakangan diketahui bahwa tergugat sudah mempunya kekasih hati yang dan sampai sekarang telah menikah.

“Dikeesokan harinya tepat tanggal 15 April 2020, Ade saya dipanggil pulang oleh saudara laki-laki saya dari rumah MS,karena ternyata MS juga sedang bermasalah dengan perempuan lain”,Ujar dia

Lanjut Dia, Pada tanggal 15 April malam, pihak keluarga untuk mendatangi Rumah laki-laki di keesokan harinya.Namun semuanya nihil,kami mendatangi Rumah MS dengan tujuan baik, tapi satupun Mereka tidak ada ditempat,padahal telah disepakati pada malam sebelumnya untuk bisa bicarakan hal itu secara bersama -sama.

“Saat Ade saya di ambil pulang dari rumah MS, ada beberapa perjanjian antara pihak kami dan pihaknya, yakni tidak boleh mengambil kesepakatan yang merugikan pihak kami. Artinya tidak ada pernikahan antara MS dan perempuan lain.”,ucapnya.

Kata Dia ,Tapi kenyataannya,Pihak MS sudah ingkari janji, mereka tidak mempertanggungjawabkan atas apa yang telah diperbuatkannya untuk adek Saya, bahkan harus menikahi perempuan lain.

WS kakak korban ini menegaskan bahwa saat ini  pihaknya hanya meminta MS dan keluarganya untuk bisa bertanggung jawab dan kami sedang mencari keadilan
“Kami hanya butuh sikap tanggung jawab Mereka atas persoalaan ini, kita sama-sama manusia yang beradat dan berbudaya,”tutup Dia.