Kompak Indonesia Mendesak Kapolda NTT Tuntaskan Kasus Korupsi Rumah Sakit Pratama Boking di TTS

Ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia, Gabriel Goa (Foto : Ist)

Kupang,Sorotntt.com– Ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia, Gabriel Goa, mendesak Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) tuntaskan kasus dugaan korupsi Rumah Sakit Pratama Boking, proyek pada Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun Anggaran 2017 dan Bawang Merah Malaka serta kasus-kasus korupsi berjamaah lainnya di NTT.

Kepada media ini Minggu,15/5/2022 Ketua Kompak Indonesia Gabriel Goa,mengatakan Kabupaten Timor Tengah Selatan menjadi sorotan Nasional bahkan Internasional karena merupakan daerah kantong migrasi ilegal rentan Human Trafficking, daerah kantong stunting dan daerah marak kasus Tindak Pidana Korupsi.

“Salah satu kasus yang disorot publik adalah kasus korupsi Rumah Sakit Pratama Boking proyek pada Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan tahun anggaran 2017 yang dikerjakan oleh PT Tangga Batu Jaya Abadi”, ujar Gabriel.

Menurut Gabriel, Kasus korupsi Rumah Sakit Pratama Boking menjadi misterius hingga saat ini. awalnya kasus tersebut ditangani oleh Polres TTS pada tahun 2019 kemudian di tarik oleh Unit Korupsi Polda NTT. namun sampai detik ini belum menemukan titik terang.Ia menduga ada proses pembiaran yang berlarut-larut bahkan diduga kuat dipetieskan bahkan diesbatukan.

BACA JUGA:  KPK Dorong Komitmen Implementasi Pendidikan Antikorupsi

“Berdasarkan penelusuran media bahwa diduga dalam proses penyidikan telah di temukan adanya indikasi kuat PT Indah Karya (Persero) terlibat dalam proyek bermasalah Rumah Sakit Pratama Boking,Timor Tengah Selatan,NTT,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Gabriel sangat diperkuat lagi bukti laporan hasil audit investigatif atas Pembangunan Rumah Sakit Pratama Boking, Kabupaten TTS tahun anggaran 2017 oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) Perwakilan Provinsi NTT. Kasus Korupsi yang juga dipetieskan bahkan diesbatukan di Polda dan Kejati NTT adalah Kasus Korupsi Bawang Merah Malaka.

Terpanggil untuk menyelamatkan uang Negara dari kejahatan korupsi berjamaah di Nusa Tenggara Timur, maka kami dari Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (Kompak Indonesia) mendesak: pertama, mendesak Kapolri segera copot Polda NTT karena tidak mampu menangani kasus Korupsi Rumah Sakit Boking,Bawang Merah Malaka dan kasus-kasus korupsi lainnya yang diesbatukan di Polda NTT.

BACA JUGA:  KPK dan BPK Perlu Kordinasi Untuk Ungkap dan Bongkar Pelaku Jebol Dana BPBD SIKKA

Kedua,mendesak Kapolda NTT mantan Deputi Penindakan KPK RI untuk menunjukkan kepada publik NTT integritas dan keseriusannya dalam penegakan Tindak Pidana Korupsi yang perkara-perkara Tipikornya yang dipetieskan bahkan diesbatukan di Direktorat Kriminal Khusus Polda NTT. Jika dalam waktu 30 (tiga puluh) hari tidak adanya kepastian hukum terkait Kasus Korupsi Rumah Sakit Boking dan Bawang Merah maka kami mendesak Kapolri untuk copot Kapolda NTT.

Ketiga,mendesak KPK RI untuk serius melakukan supervisi bahkan mengambil alih penanganan kasus Tipikor Rumah Sakit Boking dan Bawang Merah Malaka. Jika tidak ada keseriusan KPK RI maka kami akan meminta Dewan Pengawas KPK RI untuk awasi khusus Pimpinan KPK RI.

BACA JUGA:  Pemkab Mabar dan BOPLBF Bangun Sinergitas Pengembangan Kepariwisataan

Keempat,mengajak solidaritas Penggiat Anti Korupsi,Lembaga Agama dan Pers baik Nasional dan NTT untuk kawal ketat penegakan hukum Tindak Pidana Korupsi Kasus Rumah Sakit Boking,TTS dan Bawang Merah Malaka serta kasus-kasus korupsi berjamaah lainnya di NTT.