Kondisi Fisik Bangunan SDK Nunuk Sangat Memperihatinkan

Daerah

Borong, Sorotntt.com- Kondisi fisik bangunan Sekolah Dasar Katolik (SDK) Nunuk yang terletak di Desa Lencur, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) sangat memprihatinkan.

Pasalnya, bangunan yang terbuat dari papan tersebut sudah lapuk, dan sangat membahayakan para siswa dan guru yang menjalankan kegiatan belajar-mengajar (KBM) di dalamnya.
Saat ini, sekolah yang dibangun oleh yayasan Sukma pada tahun 1955 itu dipakai oleh 57 orang siswa dan 10 orang orang tenaga pendidik.

FS, salah seorang guru SDK Nunuk FS mengatakan, kondisi tersebut sangat berdampak tidak baik pada perkembangan siswa dalam menggali ilmu, apa lagi di saat musim hujan seperti sekarang ini.

“Kondisi gedungnya sudah tidak layak digunakan. Pada musim hujan kami terpaksa libur. Kami takut ada pohon yang tumbang karena angin dan merobohkan gedung ini sementara KBM berlangsung.”

Lanjut FS, pihak sekolah sudah berupaya meminta bantuan melalui proposal, namun sampai saat ini belum juga ada tanggapan serius dari Yayasan maupun pemerintah terkait kondisi prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan sekolah tersebut.

“Bagaimana kami dapat mencetak anak didik dengan maksimal apabila sarana dan prasarananya tidak menunjang.”, keluhnya.

Senada dengan FS, salah satu tokoh muda desa Lencur, Jonas, menambahkan, “Kami berharap agar istansi terkait bisa mengecek langsung kondisi bangunan sekolah SDK Nunuk, mengintat anak-anak di desa ini sangat membutuhkan pendidikan. Itu harapan kami.”

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K), Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Drs. Basilius Teto saat ditemui di ruangan kerjanya mengatakan, terkait pembangunan gedung baru SDK Nunuk untuk sementara ditunda karena pandemi Covid-19. Untuk itu, prioritas DAK tahun 2021 hanya untuk rehab saja. Namun untuk pembangunan gedung baru, pihaknya sudah mengusulkan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2022.

“Pembangunanan Gedung SDK Nunuk akan dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus(DAK) tahun 2022. Kami usulkan empat ruangan kemarin.”, ujar Basilius.

Singgung Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

Kadis Basilius menjelaskan, kabupaten Manggarai Timur telah mengsulkan sebanyak 2.400 guru untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).

“Jumlah 2.400 guru itu merupakan hasil analisis jabatan serta kebutuhan guru di Matim. Kami hanya mengusulkan, sedangkan yang seleksi PPPK itu Pemerintah Pusat. Yang dapat mengikuti seleksi tersebut ialah guru TK sampai SMP yang sudah memiliki Dapodik dan terdaftar di NUPTK. Rata-rata di Matim guru Tamsil semuanya memiliki kriteria.”, kata Basilius.

Laporan : Dodi Hendra