Konflik antara Anggota DPRD Matim dengan Perawat Puskesmas Borong Diakhiri secara Damai

Daerah

Borong, SorotNTT.com – Belum lama ini, media massa lokal, nasional, dan sosial dihebohkan oleh berita masalah antara anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur Salesius Medi dengan petugas kesehatan di UPTD Puskesmas Borong Cristin Carvalo. Sebelumnya kedua pihak salaing lapor di pihak kepolisian Polres Manggarai Timur untuk menempuh jalur hukum. Namun, setelah dirunding dengan baik, akhirnya kedua pihak bersepakat untuk menempuh jalan damai.

Kedua belah pihak kemudian melaksanakan acara perdamaian yang dimediasi oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) NTT, bertempat di Polres Manggarai Timur, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa, (08/12/2020).

Dalam kesempatan itu Ketua PPNI NTT Aemilianus Mau menyampaikan bahwa dalam penyelesaian konflik melalui jalur perdamaian, tidak boleh ada pihak yang mendefenisikan menang dan kalah. Penyelesaian konflik ini menyangkut hati untuk saling memaafkan.

“Saya secara pribadi, organisasi, PPNI NTT dan pusat menyampaikan permohonan maaf,” ujarnya

Dirinya pun meminta Salesius Medi dan Christin untuk mengintrospeksi diri dari persoalan ini . Pihaknya juga memohon kerendahan hati Sales Medi dan Kristin Carvallo untuk saling memaafkan apalagi keduanya merupakan orang penting dalam hal pembangunan dan pelayanan masyarakat Kabupaten Manggarai Timur.

“Dua orang ini memiliki posisi yang sangat penting dan strategis di Kabupaten Manggarai Timur. Untuk itu, saya minta adek berdua supaya mengintrospeksi diri,” tandasnya.

Cristin Carvalo dalam kesempatan tersebut mengucapkan permohonan maaf kepada anggota DPRD Matim, Salesius Medi atas kejadian yang terjadi pada tanggal 6 November lalu.

“Saya mengucapkan permohonan maaf kepada Bapak Sales Medi atas semua kejadian yang telah terjadi di Puskesmas Borong pada tanggal 6 November lalu,” ucap Cristin.

Sales Medi mengatakan bahwa dirinya menerima dengan hati yang tulus permohonan maaf dari perawat Cristin Carvallo. Ia berharap, tidak ada pihak lain yang “menggoreng” situasi tersebut untuk kepentingan-kepentingan tertentu.

“Sebagai anggota dewan, fungsi pengawasan melekat pada diri saya. Saya dan Cristin hanya miskomunikasi. Saya berharap, tidak ada pihak lain yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan-kepentingan tertentu,” ucap Medi.

Aleksius M. Adu, S.H., kuasa hukum Salesius Medi menyampaikan terima kasih kepada pihak Polres Matim yang sudah menyediakan tempat untuk mediasi dan perdamaian konflik tersebut.

Pantauan media ini, agenda tersebut ditutup dengan penandatanganan berita acara perdamaian kedua belah pihak dan saksi-saksi. Dalam surat kesepakatan, kedua pihak telah menyepakati beberapa kesepakatan, antara lain:

Pertama, bahwa kedua belah pihak mengakui telah terjadi miskomunikasi dan misunderstanding yang terjadi pada hari Jumat, tanggal 6/11 2020 pukul 00.30 dini hari yang terjadi di UPTD Puskesmas Borong.

Kedua, bahwa atas peristiwa tersebut, bahwa pihak pertama telah melaporkan pihak kedua kepada Kepolisian Resort Kabupaten Manggarai timur dengan laporan polisi nomor LP/56/XI/2020/NTT/Matim bertanggal 11 November 2020 dan pihak kedua juga telah melaporkan pihak pertama kepada Kepolisian Resort Kabupaten Manggarai Timur dengan laporan nomor PL/ 59/XI/2020/NTT/Matim bertanggal 19 November 2020.

Ketiga, bahwa setelah melalui berbagai upaya dan perundingan, akhirnya kedua pihak sepakat mengakhiri miskomunikasi dan misunderstanding ini dengan jalan damai.

Keempat, bahwa melalui kesepakatan ini kedua belah pihak bersedia menandatangani surat kesepakatan perdamaian.

Kelima, bahwa kedua belah pihak bersedia mencabut laporan polisi masing masing satu sama lain dan tidak akan melakukan tuntutan hukum baik secara pidana maupun secara perdata.

Keenam, bahwa melalui kesepakatan ini para pihak menjamin kebebasan dan kemerdekaan para pihak untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab pekerjaan masing masing untuk itu status pihak kedua sebagai perawat pada UPTD Puskesmas Borong dapat dipulihkan kembali. Bahwa kesepakatan ini menjadi lex specialis yang mengikat kedua belah pihak serta para saksi yang mengetahui dan menyetujui kesepakatan ini.

Kesepakatan ini disaksikan oleh Drs. Marselinus Sarimin, Ketua DPC PDI-P, Aleksius Adu,S.H., kuasa hukum Sales Medi, dr. Surip Titin, Kepala Dinas Kesehatan Matim, Aemilianus Mau, S.Kep, Ns., M.Kep., Ketua DPW PPNI NTT, dan Antonius Adit, S.H., kuasa hukum Cristin N. Carvallo.

Yos Kapang, mewakili PPNI NTT dan Manggrai Timur dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur dengan tradisi adat tuak kepok menyampaikan permohonan maaf kepada Sales Medi, Keluarga, lembaga Dewan dan Kepada Partai PDI-P.

Seusai perdamaian, dr. Surip Titin Kepala Dinas Kesehatan Matim kepada media menyampaikan kesediaannya untuk mengevaluasi dan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat Matim.

” Kita siap membenahi pelayanan dan mengeveluasi kinerja Puskesmas untuk melayani masyarakat. Untuk itu, kami juga butuh dukungan masyarakat Manggarai timur,” tutur Surip.

Berkaitan Keberadaan Cristin Carvallo, ia mengatakan bahwa akan mengikuti kesepakatan bersama. Kata dia, Cristin tetap bekerja di Puskesmas Borong.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PPNI NTT, Aemilianus Mau, Kasat Reskrim Polres Matim, Iptu Deddy S. Karimoy, utusan Pemda Manggarai Timur, Dinas Kesehatan, Penasihat Hukum kedua belah pihak, Ketua DPC PDIP Perjuangan, dan PPNI Matim.

Laporan : Dodi Hendra
Editor: Pepy Dain