Korban Lakalantas di Lembor Mendapat Santunan Dari Kontraktor Setelah PKN Mabar Lakukan Advokasi

Daerah

Labuan Bajo, Sorotntt.com-Proyek pengerjaan ruas jalan dengan nomenklatur pemeliharaan jalan Malawatar-Nangalili dengan pagu anggaran Rp. 1,482.000.000, yang dikerjakan oleh CV. Idaman konstruksi, dinilai tidak profesional oleh ketua PKN Manggarai Barat.

Pasalnya, dari hasil investigasi yang dilakukan oleh tim Pemantau Keuangan Negara (PKN) Kabupaten Manggarai Barat bahwa adanya kelalaian dari pihak pelaksana proyek pengerjaan jalan tersebut karena tidak memikirkan soal keselamatan para pengguna jalan saat melintas. Sebab sepanjang pengerjaan proyek tersebut tidak dipasang atau menerapkan rambu-rambu keselamatan kerja para pengguna jalan.

Ketua tim Pemantau Keuangan Negara (PKN) Kabupaten Manggarai Barat, Laurensius Logam kepada media Sorotntt.com, Jumad (17/12/21) malam menjelaskan bahwa akibat kelalaian dari pihak pelaksana proyek tersebut, tim PKN Manggarai Barat mendapat laporan dari masyarakat bahwa di ruas jalan tersebut telah memakan korban akibat adanya tumpukan material di badan jalan.

“Saya mengetahui informasi kejadian tersebut pada saat kami melakukan investigasi pengerjaan ruas jalan tersebut dan sebelumnya saya sudah pernah datang investigasi, dan ini kunjungan saya yang ketiga kalinya dan saya sudah ingatkan PPK dan kontraktor sebelumnya”. Cetus Logam

BACA JUGA:  Respon Pemberitaan Media, Pihak PPK dan Kontraktor Janji Perbaiki Pekerjaan Jalan di Dalam Kota Reok

“Karena temuan saya kali lalu memang terkait K3, apalagi ini pekerjaan di jalur yang sangat ramai, selain itu, ini kewajiban penyedia jasa/kontraktor karena berbicara tentang K3 ini hakekatnya bagian dari Item pekerjaan dalam RAB. Setelah saya memantau progres hasil pekerjaan, warga mengatakan bahwa proyek ini sudah memakan korban” Jelasnya

lebih lanjut Logam mengatakan bahwa YS adalah salah satu yang menjadi korban kecelakan lalu lintas akibat tumpukan material proyek pengerjaan Hot Rolled Sheet ( HRS ) serta galian badan jalan yang terlalu dalam yang mengakibatkan korban mengalami luka berat.

Adapun kronologi kejadian kecelakaan tersebut kata Logam bahwa YS mengalami kecelakaan setelah mengikuti acara syukuran komuni pertama di Wae Nakeng pada bulan Oktober lalu. Seusai mengikuti acara, korban melintas di ruas pekerjaan tersebut dan melihat kendaraan roda empat dari arah yang berlawanan dengan kecepatan tinggi. Kemudian korban YS berusaha untuk membelokkan motor yang dikendarainya, namun tumpukkan material yang begitu banyak membuat roda kendaraan bergerak tidak seimbang hingga korban kehilangan konsentrasi akhirnya terlempar di bahu jalan sepanjang 10 m mengakibatkan korban mengalami luka berat hingga rahang patah.

BACA JUGA:  Prof Dr.Frans Salesman S.E.M.Kes Guru Besar Pertama Ilmu Kesehatan Masyarakat di NTT

kemudian ada warga yang melintas di jalan tersebut yang melihat korban tergeletak di pinggir jalan yang menuju ke kampung Golo Karot lansung berinisiatif membantu korban dan mengantarnya ke Puskesmas Wae Nakeng”, ungkap Lorens Logam

Lebih lanjut Logam menjelaskan bahwa setelah mendengar informasi adanya kejadian tersebut yang menyatakan ruas jalan tersebut telah memakan korban, pihaknya lansung menghubungi dinas terkait untuk memasang rambu-rambu K3 ( Keselamatan, Kesehatan dan Kerja ) agar tidak memakan korban lagi.

Setelah diintervensi oleh ketua PKN Mabar, dinas terkait dan juga pihak pelaksana proyek lansung mendatangi rumah korban kecelakaan, lalu korban sudah mendapat santuan dari pihak penyedia jasa (Kontraktor) setelah diadvokasi oleh tim Pemantau Keuangan Negara (PKN) kabupaten Manggarai Barat.

BACA JUGA:  LSM Save the Children dan CIS Timor Gelar Sosialisasi Bantuan Program Respons Covid-19 di Desa Pacar

Diketahui adapun maksud dan tujuannya ialah selain datang untuk bersilaturahmi juga memberikan bantuan (seng wunis) kepada korban. Red