Bupati Matim sapa masyarakat Elar Selatan di Musrenbangcam Elar Selatan

Lima Desa di Elar Selatan Siap Dibangun PLTS

Daerah Flores

Borong, SorotNTT.com – Camat Elar Selatan, Adolfus J. Tahu membuka rapat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Tingkat Kecamatan Elar Selatan di aula kecamatan, Senin (4/2/2019).

Dalam sambutannya, Adolf menyampaikan gambaran umum terkait persoalan-persoalan di Elar Selatan yang akan menjadi acuan dalam merumuskan program prioritas yang diusulkan tahun 2020.

“Lurah dan desa di Elar Selatan berjumlah 14. Ada beberapa desa yang diusulkan untuk dimekarkan lagi. Harapan saya dan kita semua, dari 8 desa yang diusulkan untuk dimekarkan bisa diakomodir,” ucapnya.

“Selain itu,” lanjut Adolfus, “Masalah infrastruktur jalan raya, masalah perbatasan dan pemekaran desa yang sudah disebutkan tadi. Ada tiga kebutuhan mendasar yang masih menjadi persoalan di wilayah ini, yakni infrastruktur jalan raya, situasi di perbatasan, dan Listrik.”

“Untuk jalan provinsi, tahun ini kita mendapat jatah 17 Km. Sedangkan listrik, khusus untuk Kecamatan Elar Selatan yang sudah ditetapkan sebagai Pusat Pembangkit Tenaga Listrik Surya (PTLS) tercatat ada lima desa yang mendapat jatah PLTS tersebut antara lain, Desa Sangan Kalo, Kelurahan Lempang Paji, Desa Gising, Desa Sipi, dan Desa Nanga Puun.”

“Saya berharap, semoga desa-desa tetangga yang ada di sekitar desa tersebut bisa dibagi dari lima desa yang sudah ditetapkan itu. Untuk itu saya sampaikan memang kepada teman-teman Kepala Desa, secepatnya melakukan koordinasi untuk pembebasan lahan minimal 1 hektar. Karena di situ nanti akan dibangun pembangkit listrik dan rumah pegawai. Semua perencanaan dari awal hingga pembagian nanti dibawah tanggung jawab PLN. Tugas kita tiap bulan hanya membayar iuran,” jelasnya.

Adolf menjelaskan, soal situasi di perbatasan, dua kabupaten ini sudah sepakat bahwa persoalan ini serahkan ke Kemendagri untuk diselesaikan. Hingga saat ini, masih menunggu seperti apa keputusan Kemendagri.

“Kalau keputusannya berada pada posisi yang sangat merugikan, kita masih diberi ruang untuk menggugat kembali keputusan yang ditetapkan itu,” tegasnya.

Adolf menambahkan, untuk dana desa, setiap desa wajib membangun 1 Km jalan lapen di setiap desa dan ini sudah berlaku di tahun 2019, khususnya desa-desa yang menyebar di Kecamatan Elar Selatan.

Usai sambutannya, Camat Elar Selatan langsung membuka kegiatan Musrenbangcam secara resmi dengan ketukan palu sebanyak 3 kali.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Anggota DPRD Matim dari Dapil IV, utusan perwakilan dari setiap SKPD Matim, Babinsa,  Kapospol, kepala  desa dan lurah se-Kecamatan Elar Selatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh adat. (Ferdinandus Lalong)