aksi Mahasiswa Manggarai Peduli Komodo

Mahasiswa Manggarai di Kupang Minta Kembalikan Komodo

Daerah Timor

KUPANG, SorotNTT.com – Puluhan mahasiswa asal Manggarai di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Manggarai Peduli Komodo, kembali turun ke jalan pada Kamis (4/4/2019).

Dalam press release tertulis yang diterima SorotNTT.com, aksi mahasiswa asal Manggarai tersebut menuntut Kepala Taman Nasional Komodo (TNK) dicopot terkait kasus dugaan penjualan Komodo ke luar negeri yang diungkap Polda Jawa Timur.

“Kami mendesak Menteri Lingkungan Hidup segera mencopot Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK),” kata Jefri Nyoman selaku koordinator pada saat membacakan tuntutan mereka.

BACA JUGA:  Presiden Joko Widodo Tiba di Glasgow untuk Ikuti KTT COP26

Puluhan mahasiswa ini menggelar aksi unjuk rasa di tiga titik yakni, Mapolda NTT, DPRD, dan Kantor Gubernur NTT.

“Di Mapolda NTT, kami dari mahasiswa asal Manggarai sempat memblokir jalan depan markas Polda NTT,” ujar Jefri.

Dalam tuntutannya, puluhan mahasiswa pun mendesak Polda NTT segera melakukan penyelidikan terhadap pelaku penyelundupan 41 ekor Komodo dan memberikan sanksi yang tegas.

Dikatakannya, mereka juga mendorong Polda NTT untuk bekerja sama dengan Polda Jawa Timur untuk segera mengusut tuntas kasus penyelundupan 41 ekor Komodo.

BACA JUGA:  HIPMAWARI Kupang Bakti Sosial Jelang Dies Natalis

“Meminta kepada Kapolda NTT segera membentuk satgas khusus untuk melakukan pengawasan di kawasan Taman Nasional Komodo,” ucapnya.

Selain itu, puluhan mahasiswa tersebut menuntut:

Pertama, mendesak Polda NTT untuk segera mengembalikan Komodo ke habitat aslinya,

Kedua, mendesak Polda NTT segera mensterilkan pengawasan di Taman Nasional Komodo (TNK).

Ketiga, mendukung pernyataan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat untuk segera mengembalikan 41 ekor Komodo ke habitat aslinya.

BACA JUGA:  Begini Kronologi Korban Bunuh Diri di Kampung Raong, Kecamatan Elar Selatan

Keempat, mendesak Kementerian Lingkungan Hidup RI segera mencopot Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK).

Laporan: Lalong Ferdinandus