Mantan PJS Desa Pacar Tidak Punya Itikad Baik Terkait dengan Dokumen Desa

Labuan Bajo, Sorotntt.com,- Mantan PJS Desa Pacar Yacintus Yosef Landimadia, S.Pd hingga saat ini belum juga menyerahkan semua dokumen-dokumen seperti APBDES, APBDES Perubahan dan Realisasi APBDES Desa Pacar dari  tahun 2018 hingga tahun 2021.

Yacintus Yosef Landimadia, S.Pd saat dikonfirmasi via WhatsApp oleh media ini terkait apa alasan hingga saat ini dokumen tersebut belum diserahkan justru meminta wartawan untuk tidak menanyakan lagi soal dokumen tersebut dan berdalih bahwa Ia sudah  komunikasi baik dengan PJs Desa Pacar bersama dengan Camat Pacar.

“Tegi Gaku ite ahi kole bahas masalah hitu ga ami puli komunikasii dia agu om Tinus  agu Pa camat secara baik, tabe,”

“Saya minta, kamu jangan membahas masalah itu lagi, karena  kami sudah komunikasi dengan Om Tinus dan Pa Camat secara baik,” Jelas Yacintus Via WhatsApp (Selasa, 17/5/22) malam.

Lebih lanjut Ia mengaku bahwa berkaitan dengan surat dari Desa perihal permintaan dokumen Desa bahwa Ia memberikan jawaban tertulisnya dan sudah ada di Kecamatan.

“Baik Jawaban tertulis saya ada di Pa Camat,”Jelas Yacintus

Sementara Camat Pacar Ferdinandus S. Pelong, SE saat di konfirmasi media ini menjelaskan bahwa jawaban tertulis itu Ia tidak tau karena mantan PJS Desa Pacar dengan PJS yang sekarang sudah sepakat untuk melengkapi semua dokumen tersebut.

“Kalau yang tertulis saya tidak tau. Waktu fasilitas tersebut hanya menyampaikan secara lisan saja dan berkaitan dengan dokumen yang dibutuhkan waktu itu sudah sepakati untuk sama-sama dilengkapi baik oleh Pak Tinus maupun Pak Intus,” Jelas Camat Pacar

BACA JUGA:  Bupati Matim, Kita Kehilangan Salah Satu Putra Terbaik

Sementara PJs Kepala Desa Pacar Martinus Jebarus menjelaskan bahwa pihak Desa secara administratif sudah tiga kali menyurati mantan PJS terkait permintaan untuk menyerahkan  semua dokumen tersebut namun sampai dengan hari ini belum juga ada respon.

“Kemarin pada tanggal 19/5/22 kami pihak Desa sudah menyurati untuk ketiga kalinya namun karena yang bersangkutan tidak ada ditempat maka surat tersebut baru diserahkan langsung kepada yang bersangkutan pada tanggal 20/5/22 di kantor Kecamatan dan batas akhirnya sampai hari ini namun beliau tidak ada itikad baiknya. Lalu berkaitan dengan komunikasi baik yang dimaksud oleh mantan PJS  itu adalah bahwa Pa camat meminta supaya dokumen tersebut di fotocopy untuk diperbanyak supaya diserahkan ke Kecamatan dan di Desa, bukan berarti urusan dokumen tersebut tidak perlu diserahkan, ” Jelas Martinus

Untuk diketahui sesuai Undang-Undang nomor 43 (Tahun 2009) dijelaskan barang siapa yang terbukti secara sengaja atau tidak menghilangkan dokumen negara, bisa dijerat dengan pasal-pasal pidana. Tak tanggung-tanggung, hukuman kurungan yang menanti atas penghilangan arsip berlaku bisa dipidana hingga lima tahun dengan denda Rp. 500 juta.

Diberitakan media ini sebelumnya bahwa pihak Pemdes Pacar telah membuat surat pernyataan terkait dokumen bahkan aset Desa yang belum diserahkan tersebut.

Berikut isi surat pernyataan yang telah dibuat oleh Pemdes Pacar dan telah ditandatangani oleh PJs bersama perangkat Desa dan Unsur Staf.

BACA JUGA:  Dandim 1612 Manggarai Bertindak Sebagai Inspektur Upacara Pada Apel Kehormatan dan Renungan Suci

Kami yang bertanda tangan dibawah ini adalah Penjabat Desa Pacar, Perangkat Desa Pacar dan Unsur Staf Desa Pacar menyatakan bahwa pada hari Kamis tanggal 21 April 2022 Arsipan-arsipan dokumen berupa :

1. APBDES, RKPDES Desa Pacar pada tahun sebelumnya (2018,2019,2020 dan 2021) 
2. Laporan pertanggungjawaban (LPJ) realisasi APBDEs tahun 2021

3. Aset kantor berupa : speaker aktif,  mick kabel 1 buah, aksesoris dan peralatan mebeler kantor senilai Rp. 18.000.000
Semuanya tidak ada di kantor Desa.

Demikian surat pernyataan ynag dibuat untuk dipergunakan seperlunya.

Adapun tujuan dibuatnya surat pernyataan ini kata Martinus Jebarus bahwa untuk proses penciaran ADD tahun ini tentu berks ynag ditanyakan itu adalah realisasi APBDES pada tahun sebelumnya. Nah ketika pihak dinas menanyakan ini maka kita tinggal tunjukana surat pernyataan ini.

“Untuk proses pencairan ADD tahun yang dibutuhkan adalah dokumen realisasi ApBDES di tahun sebelumnya. Namun karena itu tidak ada ya kita buat surat pernyataan bahwa benar itu tidak ada di kantor Desa Pacar,” Jelasnya

Adapun langkah yang diambil oleh Pemdes Pacar Kata Martinus saat ini agar mnatan PJS Desa Pacar segera menyerahkan dokumen tersebut yaitu dengan menyampaikan secara lisan bahkan melalui surat resmi untuk segera serahkan semua dokumen tersebut.

“Untuk dokumen tersebut sudah kita sampaikan secara lisan namun tidak diindahkan oleh mnatan PJS, kemudian kita akan layangkan surat resmi kepada yang bersangkutan dan kami beri batas waktu sampai dengan tanggal 9/5/2022. Jika surat pertama tidak diindahkan maka kami akan menyurati nya kembali untuk yang kedua kalinya. Jika surat yang kedua juga tidak diindahkan maka kami akan mengambil langka hukum” Tegas PJs Desa Pacar

BACA JUGA:  Wagub NTT Buka Kegiatan Musoprof Paralympic Commite Indonesia Provinsi NTT

Sementara Mantan PJs Desa Pacar kepada media ini menjelaskan bahwa terkait dokumen yang belum diserahkan tersebut dirinya belum menyerahkan ke Penjabat baru dengan berdalil tunggu ada Kepala Desa Defintif nantinya baru diserahkan.

“Berkaitan dengan dokumen ApBDEs dan Realisasi yang belum diserahkan kepada PJS yang baru itu saya akan serahkan ke Kepala Desa Defenitif. Karena itu kepentingan saya adalah ketika sesekali di lakukan audit saya takutnya dokumen itu hilang. Kalau di DPMD itu semuanya ada,” Ujar. Yacintus

Pedi