Mantan Pjs Desa Pacar Tidak Serahkan Dokumen Desa, Pemdes Ambil Tindakan Tegas

Labuan Bajo, Sorotntt.com – Pemerintah Desa Pacar, telah membuat surat pernyataan terkait dokumen – dokumen yang belum diserahkan oleh mantan PJS Desa Pacar kepada PjS Desa Pacar Martinus Jebarus. Terbukti, semua dokumen tersebut faktanya tidak ada di kantor Desa.

Hal itu dibenarkan oleh PJs Desa Pacar Jumad, (29/4/2022) bahwa terkait dengan dokumen yang belum diserahkan oleh mantan Penjabat sebelumnya itu fakta dan benar adanya.

“Terkait dengan dokumen-dokumen seperti APBDES, RKPDES Desa Pacar pada tahun sebelumnya (2018,2019,2020 dan 2021) memang faktanya tidak ada di kantor Desa. Begitu juga halnya dengan laporan pertanggungjawaban (LPJ) realisasi APBDEs tahun 2021 itu tidak ada arsipnya di kantor serta aset kantor berupa speaker aktif,  mick kabel 1 buah, aksesoris dan peralatan mebeler kantor senilai Rp. 18.000.000,” Jelas Martinus.

Martinus menegaskan bahwa kalaupun ada yang mengatakan bahwa ini informasih hoax maka silahkan cek lansung di kantor dan PJs Desa Pacar siap menerima kunjungan dari pihak manapun untuk mencari tahu kebenaran informasi.

“Silahkan datang ke kantor Desa untuk cek kebenaranya dan saya siap menerima kunjungan dari pihak manapun”, tegasnya.

BACA JUGA:  Lantik Kepala Desa dan Penjabat Kepala Desa, Wabup Jaghur: Layani Masyarakat dengan Setulus Hati

Untuk diketahui, berikut isi surat pernyataan yang telah dibuat oleh Pemdes Pacar dan telah ditandatangani oleh PJs bersama perangkat Desa dan Unsur Staf.

Surat pernyataan terkait dokumen – dokumen yang belum diserahkan oleh mantan PJS Desa Pacar (Foto:Istimewa)

Kami yang bertanda tangan dibawah ini adalah Penjabat Desa Pacar, Perangkat Desa Pacar dan Unsur Staf Desa Pacar menyatakan bahwa pada hari Kamis tanggal 21 April 2022 Arsipan-arsipan dokumen berupa :

  1. APBDES, RKPDES Desa Pacar pada tahun sebelumnya (2018,2019,2020 dan 2021) 
    2. Laporan pertanggungjawaban (LPJ) realisasi APBDEs tahun 2021.
  2. Aset kantor berupa : speaker aktif,  mick kabel 1 buah, aksesoris dan peralatan mebeler kantor senilai Rp. 18.000.000
  3. Semuanya tidak ada di kantor Desa.

Demikian surat pernyataan ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya.

Adapun tujuan dibuatnya surat pernyataan ini kata Martinus Jebarus, bahwa untuk proses pencairan ADD tahun ini tentu berkas yang ditanyakan itu adalah realisasi APBDES pada tahun sebelumnya. Sebab ketika pihak dinas menanyakan ini maka kita tinggal tunjukana surat pernyataan ini.

BACA JUGA:  Kodim 1612 Manggarai Gelar Kegiatan Komsos Dengan Komponen Bangsa Lainnya

“Untuk proses pencairan ADD tahun ini, yang dibutuhkan adalah dokumen realisasi ApBDES di tahun sebelumnya. Namun karena itu tidak ada ya kita buat surat pernyataan bahwa benar itu tidak ada di kantor Desa Pacar,” Jelasnya.

Adapun langkah yang diambil oleh Pemdes Pacar Kata Martinus saat ini agar mantan PJS Desa Pacar segera menyerahkan dokumen tersebut. Dengan menyampaikan secara lisan bahkan melalui surat resmi untuk segera serahkan semua dokumen tersebut.

“Berkaitan dengan dokumen tersebut, sudah kita sampaikan secara lisan beberapa waktu lalu. namun tidak diindahkan oleh mantan PJS, kemudian kami sudah layangkan surat resmi kepada yang bersangkutan pada Kamis, 28/4/2022 dan kami beri batas waktu sampai dengan tanggal 9/5/2022. Jika surat pertama ini tidak diindahkan maka kami akan menyuratinya kembali untuk yang kedua kalinya. Jika surat yang kedua juga tidak diindahkan maka kami akan mengambil langka hukum” tutup PJS Desa Pacar.

BACA JUGA:  Modus Transportasi Ke Bank Kepsek SMPN 1 Poco Ranaka Diduga Potong Dana PIP

Sementara, Mantan PJs Desa Pacar, Yacintus Yosef Landimadia,S.Pd kepada media ini menjelaskan bahwa terkait dokumen yang belum diserahkan tersebut dirinya belum menyerahkan ke Penjabat baru dengan berdalil tunggu ada Kepala Desa Defintif nantinya baru diserahkan tanpa menjelaskan regulasi yang dipakai.

“Berkaitan dengan dokumen ApBDEs dan Realisasi yang belum diserahkan kepada PJS yang baru itu saya akan serahkan ke Kepala Desa Defenitif. Karena itu kepentingan saya adalah ketika sesekali di lakukan audit saya takutnya dokumen itu hilang. Kalau di DPMD itu semuanya ada,” jelas Yacintus.