Manto Tapung: Alasan Saya Mendukung Paket Deno-Madur

Daerah

Ruteng, SorotNTT.Com- Mantan bakal calon Wakil Bupati Manggarai Dr.Marianus Mantovani Tapung, S.Fil.,M.Pd resmi mendukung pasangan Deno Kamelus dan Victor Madur (Deno-Madur) pada Pilkada Manggarai 9 Desember 2020 mendatang.

Kepada SorotNTT.Com, Pria yang biasa disapa Manto ini membeberkan beberapa alasan kenapa mendukung paket Deno-Madur kepada SorotNTT.Com, Rabu (9/09/2020).


Alasan saya mendukung Paket Deno-Madur:

1. Pasangan DM sudah menetapkan standar yang cukup baik dalam membangun Manggarai lima tahun berlalu. Hal tersebut diukur dari beberapa bentuk capaian pembangunan dan prestasi yang ditandai berbagai penghargaan. Contoh saja, pertumbuhan ekonomi Manggarai sudah bergerak antara 5,05-5,09%, tidak jauh dari tingkat pertumbuhan ekonomi nasional yang bergerak di 5,08-5,11%. Kontribusi PAD sudah menyentuh hampir 100 milyard pertahun demi menyumbang  hampir 1,3 triliyun APBD. Indeks pembangunan terhitung cukup baik, yakni 63,3 yang diukur dari usia harapan hidup, harapan lama sekolah dan pendapatan perkapita. Gini rasio semakin menyempit menjadi 0,359. Yang terlayani dengan air minum 65%, dan elektrifikasi sudah mencapai 88%. Penduduk miskin sudah turun di bawah 65,000 jiwa (15%). Angka penggangguran juga sudah menurun hampir 2-5% per tahun. Prevalensi stunting sudah turun 15,5%, berikut Angka Kematian Ibu dan Bayi juga menurun cukup signifikan 5 tahun terakhir.  Ruas jalan sudah mencapai 1.800 km yang memudahkan dan meningkatkan pergerakan ekonomi dari desa ke kota dan dari kota ke desa. Tampak juga beberapa kemajuan lain di bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan. Dengan adanya aksesibilitas, konektivitas dan mobilitas barang dan jasa sudah cukup baik, antar dan inter wilayah, ke depannya  Manggarai bisa menjadi wilayah penyanggah utama untuk mendukung wisata premium di Manggarai Barat. 
Meskipun demikian, masih banyak catatan evaluatif untuk diperbaiki pada masa mendatang, terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, fasilitas kesehatan dan pendidikan, dan kesediaan lapangan kerja bagi angkatan produktif,  jangkuan jaringan seluler di beberapa wilayah, dan penguatan transportasi di trans utara-selatan.  

2. Tata kelola pemerintahan yang cukup akuntabel, transparan dan berintegritas. Hal ini dibuktikan dengan tata kelola pemerintahan (perencanaan, pengelolaan dan pelaporan), yang seturut Sistem Akuntabilitas Kinerja Administrasi Pemerintahan (SAKIP)  sudah cukup tinggi, yakni 60,65, Dan untuk kesekian kalinya berhak mendapat predikat Wajar tanpa Pengecualian (WTP). 

3. Baik pak Kamelus maupun pak Viktor belum pernah tersandera dengan isu korupsi dan penyalahgunaan kewenangan (abuse of power) dan cukup terbukti menjalankan prinsip-prinsip ‘clean and good governance”. Keduanya sama-sama berintegritas, sinergi dan harmonis dalam menjalankan roda pemerintahan selama lima tahun berlalu. 

4. Bila ditelisik dari hitungan politik, pak Kamelus dan pak Viktor sudah selesai di 2024. Dengan selesainya mereka dalam kancah politik ini, maka akan memberikan ruang bagi para bakal calon pemimpin baru di Manggarai. Dengan selesainya mereka di 2024, bisa saja waktu itu muncul calon pemimpin baru dari kalangan akademisi, birokrat, politisi, dokter, pengusaha, dll. Saat  itu kita akan melihat ternyata banyak orang Manggarai yang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin di Manggarai. Hal ini akan dengan sendirinya menegasikan isu primordial yang kerap mengemuka, bahwa yang bisa jadi pemimpin Manggarai hanya bisa muncul dari kalangan, status sosial dan atau keturunan tertentu saja.

5. Menurut amanah UU Pemilu No. 7/2017, masa jabatan kepada daerah hanya 3,5 tahun. Rentang waktu yang sedikit ini menjadi sangat krusial dan berpotensi kurang efektif dalam menjalankan masa kepemimpinan. Untuk pendatang baru (bila terpilih), waktu ini tidak cukup lama untuk mengurus pemerintahan. Sebab, biasanya satu tahun pertama untuk bulan madu, tahun ke-2 mulai fokus urus pemerintah, tapi tahun ke-3 harus konsentrasi lagi untuk melakukan konsolidasi politik dengan partai dan masyarakat konstituen.Dari kajian politik kekuasaan, rentang waktu ini tetap wajar. Namun dari perspektif politik kesejahteraan, rentang waktu ini justru akan merugikan masyarakat, sebab perhatian untuk mengurus kemaslahatan masyarakat semakin sedikit. Nah, berdasarkan kajian ini, maka saya merasa lebih tepat mendukung Paket DM. Alasan mendasarnya, di periode kedua, mereka sudah tidak ada beban lagi; keduanya akan fokus mengurus masyarakat Manggarai.