Marsel Ahang Mempertanyakan Proses Jual Beli Tanah Keuskupan Denpasar Kepada Investor di Binongko Labuan Bajo

Daerah

Labuan Bajo, SorotNTT.Com- Marsel Nagus Ahang, S.H, selaku pimpinan LSM Lembaga Pengkaji  Peneliti Demokrasi Masyarakat(LPPDM) kembali mempertanyakan proses jual beli tanah Keuskupan Denpasar di Binongko Labuan Bajo yang dijual kepada Investor untuk membangun resort.

Kepada media ini selasa 23 November 2021 Marsel Ahang kembali mempertanyakan proses tersebut.,”dari mana asal mulah sehingga tanah tersebut ada pada pihak Keuskupan Denpasar.

Menurut Ahang, pada saat dirinya menghubungi Romo berinisial MJ selaku penghubung dari Keuskupan Denpasar melalui pesan WhatsApp, Romo MJ menyampaikan bahwa tanah tersebut sudah dibeli oleh Keuskupan Denpasar.

Dengan pernyataan tersebut melalui pesan WhatsApp Romo MJ, kata Ahang selaku Umat Katolik yang juga pimpinan LSM LPPDM, mempertanyakan soal jual beli tanah aset Keuskupan Denpasar tersebut, apakah beli dari pemilik tanah/masyarakat adat, atau dibeli dari pihak Keuskupan Ruteng? Karena selama ini yang membayar pajak, lanjut Ahang, adalah pihak Keuskupan Ruteng, hal inilah yang perlu dipertanggung jawabkan oleh Romo MJ selaku penghubung tanah, sehingga tanah aset Gereja tersebut jatuh ketangan investor.

BACA JUGA:  Gubernur VBL,Saya Tidak Mau Sumba Terus Miskin

Menurut Ahang, Gereja harus perlu terbuka dan transparan, karena aset tersebut bukan milik pribadi seorang Romo MJ.

“Hal yang sama juga ketika saya (Marsel Ahang) bertemu Romo Manfred pada Sabtu (20/11/2021) di Keuskupan Ruteng, guna meminta klarifikasi dari Keuskupan Ruteng, menurut Romo Manfred, bahwa saya (Romo Manfred) hadir pada waktu bertemu investor pada tanggal 17 November 2021 di Labuan Bajo dan tanah tersebut ada kerja sama dengan investor dan tidak ada kompensasi untuk Gereja, dari pada tanah atau aset tersebut tidak dimanfaatkan”, Jelas Ahang meniru jawaban dari Romo Manfred.

BACA JUGA:  Membaur Dengan Masyarakat Sebagai Sarana Komsos Bagi Babinsa Koramil 05/Elar

Untuk diketahui baru-baru ini Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) bekerja sama Marriott International bangun Resort di Labuan bajo. Adapun Nama resort tersebut yakni “The Luxury Colletion Labuan Bajo Resort”.