Masyarakat Diminta Dukung  Pembangunan Waduk Lambo

PPK Pembangunan III, Yohanes Pabi(Foto:Ist)

Mbay, SorotNTT.Com-Program pembangunan Waduk Lambo di Kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur kini sudah mulai berjalan.pasalnya, Pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II ( BWS NT II) telah mulai melaksanakan membangun Waduk Lambo tersebut.

 Sebagai informasi, Waduk Lambo(Bendungan Lambo/Mbay) sendiri terletak di Sungai Lambo, Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT).

PPK Pembangunan III, Yohanes Pabi, saat dihubungi Media SorotNTT.Com(5/4/2021) mengatakan, masyarakat Kabupaten Nagekeo dan masyarakat lainnya diminta mendukung kelancaran pekerjaan Pembangunan Bendungan Lambo. Menurutnya , Apabila masyarakat menghalangi pekerjaan pembangunan bendungan itu, maka masyarakat sendirilah yang akan rugi.

“Kita punya pengalaman buruk tentang rencana pembangunan bendungan di Nagekeo. Beberapa tahun lalu, rencana pembangunan Bendungan Lambo akhirnya dialihkan ke Sulawesi oleh pemerintah pusat. karena masalah sosial di lapangan tidak bisa diselesaikan,” kata Yohanes Pabi.

Karena itu, Yohanes Pabi mengharapkan masyarakat untuk mendukung kelancaran pekerjaan pembangunan bendungan tersebut. “Kalau ada persoalan sebaiknya dibicarakan secara baik-baik dan disampaikan secara baik melalui jalurnya,” harapnya.

BACA JUGA:  Wagub JNS : Dimana kita berada, disitu langit dijunjung, dengan olah raga kita dipertemukan dan dipersatukan

Lanjutnya, Bandungan Lambo nantinya memiliki beberapa manfaat. Selain untuk kebutuhan air baku dengan debit air 205 liter/detik, juga untuk kebutuhan irigasi.

“Kebutuhan untuk irigasi ini sangat besar. Air dari Bendungan Lambo ini akan disuplai ke DI Mbay kanan mengairi lahan seluas 4.966 Ha dan DI Mbay Kiri mengairi lahan seluas 932.6 Ha”.ujar Yohanes Pabi.

Sebab ,kata Yohanes Pabi, selain untuk kebutuhan air baku dan irigasi, fungsi lain dari pembangunan bendungan ini adalah untuk pengendalian banjir sebesar 283.33 m3/dt 4.

“Karena bendungan ini memiliki potensi pariwisata, maka nantinya akan ditata sedemikian rupa sehingga kelak menjadi obyek wisata baru,” pungkas Yohanes Pabi.

Yohanes Pabi menjelaskan, Lokasi bendungan ini berjarak ± 27 Km dari pusat pemerintahan Kabupaten Nagekeo, dengan waktu tempuh ± 45 menit.Bendungan Lambo/Mbay termasuk dalam Bendungan Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpers 109 Tahun 2020 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional sesuai Perpres 109 Tahun 2020.

BACA JUGA:  Pink Beach: Pantai Yang Unik nan Menawan Di Pulau Komodo

“Ruang lingkup utama pekerjaan pembangunan Bandungan Mbay (Paket 1) terdiri dari pekerjaan persiapan, pekerjaan pembuatan/relokasi/rehabilitasi jalan akses, pekerjaan bendungan utama, pekerjaan bangunan fasilitas dan penunjang, penyelenggaraan system manajemen keselamatan konstruksi (SMKK), dan pekerjaan lain-lain.” Jelasnya.

Harga kontrak paket 1 termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) yang diperoleh berdasarkan total harga penawaran terkoreksi Rp 700.693.821.000, termasuk PPN 10 %.Kontrak dibiayai dari APBN TA 2021-2024, dengan kontraktor PT Waskita Karya (Persero) KSO (kerja sama operasi) PT Bumi Indah.

Masih Yohanes Pabi, Sedangkan ruang lingkup utama pekerjaan pembangunan Bandungan Mbay (Paket 2) terdiri dari pekerjaan persiapan, pekerjaan bangunan pengelak, pekerjaan bangunan pelimpah, pekerjaan bangunan pengambilan, penyelenggaraan system manajemen keselamatan konstruksi (SMKK).

“Untuk paket 2, harga kontrak termasuk PPN Rp 775.138.405.000 termasuk PPN 10 %. Kontrak dibiayai dari APBN TA 2021-2024, dengan kontraktor PT Brantas (Persero).” tuturnya.

Lebih lanjut Yohanas Pabi menjelaskan, Untuk progres pejerjaan fisiknya: Paket 1 yang dilaksanakan oleh Waskita Karya – Bumi Indah KSO sedang mengerjakan peningkatan jalan 1,1 km dan akses  jalan sepanjang 6,3 km menuju area main dam. Progres hingga 30 Maret 2022 adalah sebesar 2,27% dari rencana 2,34%,sehingga mengalami deviasi minus 0,07%.

BACA JUGA:  Dinas Kesehatan Deteksi Kanker Serviks dan Payudara di Kabupaten Nagekeo

“Sedangkan paket 2 dilaksanakan oleh PT. Brantas Abipraya pencapaian progresnya  0,83% dari rencana sebesar 0,92% sehingga mengalami deviasi minus  0,09%.Deviasi minus disebabkan adanya hadangan warga yg masih menolak maupun persoalan pengadaan tanah yang masih diperdebatkan,”tutup Yohanas Pabi.