Masyarakat Golo Lijun Pertanyakan Kinerja Inspektorat Kabupaten Manggara Timur

Flores

Borong, SorotNTT. Com- Kepastian hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Manggarai Timur , terhadap penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) di desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, masih menyisakan tanda tanya yang dianggap tidak berpihak pada masyarakat.

Saat ditemui  SorotNTT. com, Selasa (23/7/2019). Salah satu Tokoh Masyarakat desa Golo Lijun yang enggan menyebutkan namanya (TL), menyoroti kinerja Inspektorat Pemkab Matim dalam pemeriksaan  penggunaan dana  desa,  yang di duga ada kongkalingkong dengan Kepala Desa.

“Sangat disayangkan hasil pemeriksaan setiap desa dalam pengunaan dana tersebut hanya bersifat seremonial saja, tidak ditemukan setiap desa adanya penyimpangan. Sementara banyak keluhan dari masyarakat , dalam penggunaan anggaran desa dalam segi pelaksanan pembangunan fisik maupun non fisik,” tegasnya.

Kami sangat mempertanyakan kinerja Inspektorat ,dalam melaksanakan pemeriksaan di setiap desa yang ada di Kabupaten manggarai timur lebih khususnya di desa Golo Lijun ini.

Jadi menurutnya percuma saja diadakan pemeriksaan oleh badan pemeriksa untuk tingkat kabupaten.“Kalau tidak ada temuan bersifat penyimpangan pengunan dana anggaran,” ujar TL.

T L sangat mempertanyakan kinerja Inspektorat Kabupaten Manggarai  Timur dalam pemeriksaan, terkait pelaksanaan pembangunan yang dilasanakan Pemerintah Desa yg bersumber dari Dana Desa. Karena dengan diadakannya pemeriksaan yang dilakukan oleh tim Inspektorat, justru banyak desa-desa yang lolos.

Sebenarnya, setiap anggaran yang diturunkan oleh pemerintah pusat ke setiap desa itu patut diadakan pemeriksaan yang serius. ” Kami anggap Inspektorat seperti tim SAR  (Search And Rescue -red)  ketika ada bencana baru turun lapangan bukan menyelamatkan masyarakat,” Ujarnya.

TL juga mengatakan bahwa masyarakat sangat peduli dengan pelaksanaan kegiatan di desa Golo Lijun, karena pelaksanaan pembangunan fisik itu untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi. Dalam pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari  dana desa, dapat dipastikan banyaknya penyimpangan, seperti contoh  Desa Golo Lijun Kecamatan Elar.

“Desa kami dari tahun 2017 jelas diduga bermasalah dalam penggunaan Dana Desa, namun selalu lolos audit inspektorat,”tutup TL.

Laporan : Dodi Hendra