Masyarakat Lingkar Tambang Mendukung Kegiatan Tim AMDAL di Lengko Lolok

Daerah

BORONG, SorotNTT.com-Tim Analisis Mengenai Dampak Lingkungan(AMDAL) telah melakukan Sosialisasi Konsultasi Publik yang di gelar di kampung Lengko Lolok, 12 September 2020.

Kegiatan sosialisasi konsultasi publik ini di buka langsung oleh Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, S.H, M.H, yang dihadiri oleh Forkompinda Matim, serta elemen masyarakat lingkar tambang

Masyarakat yang setuju kehadiran tambang serta yang tidak setuju kehadiran tambang juga hadir pada saat Sosialisasi Konsultasi publik AMDAL ini berlansung.

Terpantau dari pihak yang setuju tambang begitu banyak yang hadir, apalagi kegiatan ini dilaksanakan di kampung Lengko Lolok; dimana faktanya dari 89 KK yang ada, 87 kk setuju kehadiran tambang dan 2 kk tidak setuju.

Dari pihak yang tidak setuju kehadiran tambang juga hadir, yaitu perwakilan Masyarakat Luwuk dan dari kampung Lengko Lolok 2 orang.

Pihak gereja juga turut ambil bagian dalam kegiatan ini yang diwakili oleh Pastor Paroki Reok, Romo Ferdinadus Gadu, Pr dan Kepala Sekolah SMAK St.Gregorius Reo, Romo Louis Jawa.

Semua pihak diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya, tanpa terkecuali, dan semuanya  dengan cermat didengar dan dicatat oleh Tim AMDAL ini.

Perwakilan Masyarakat lingkar tambang, dari Kampung Satar Teu, Petrus Ladas kepada media ini, Minggu(27/09/2020) menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Tim AMDAL ini sungguh terbuka, dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

Ini yang diharapkan oleh masyarakat, semua hal disampaikan disini, masyarakat bebas berbicara, pemerhati lingkungan berbicara juga dari pihak gereja, sehingga tidak ada lagi bicara dibelakang, yang berbeda dengan penyampaian hari ini.

Saya secara pribadi sangat berterima kasih atas apa yang kami saksikan terkait sosialisai AMDAL itu, semoga semuanya berjalan dengan baik, karena itu untuk kepentingan masyarakat banyak, tutup Petrus.

Perwakilan masyarakat Kampung Serise Daniel Beak juga menyampaikan dukunganya atas kegiatan yang dilakukan oleh Tim AMDAL dari Universitas Undana tersebut.

Sebagai masyarakat lingkar tambang kami menyerahkan secara penuh kepada Tim AMDAL untuk melakukan kajian di wilayah kami ini termasuk di Kampung kami, biar ilmu pengetahuan yang menilai serta orang yang ahli dibidangnya.

“Saya masyarakat yang tinggal dikampung tau diri, tidak berani bicara banyak soal AMDAL ini karna ini bukan bidangnya saya, saya juga bukan ahlinya, keahlian saya itu kalau disuruh pergi mancing ikan, serta tanam mente, bukan bicara yang lain, jelas Beak”.

Jujur saya takut salah, kalau asal omong, walaupun saya ditanya tentu saya tidak memberi jawaban karna saya bukan ahli di bidang itu, tutup Beak.

Senada dengan Beak, warga Kampung Serise yang lain, Tomas Muliyadin juga menyampaikan bahwa kami yang hadir ketika kegiatan Sosialisasi itu sungguh sangat kagum atas keterbukaan yang ada.

Semua pihak diberi kesempatan berbicara dengan cara pandang berbeda, baik yang setuju maupun yang tidak setuju kehadiran Perusahaan Semen ini.

Sebagai masyarakat lingkar tambang kewajiban kita mendukung kegiatan Tim AMDAL ini, biarkan mereka bekerja sesuai ilmu dan keahlian yang mereka miliki.

Kami sebagai masyarakat juga harus jeli melihat setiap proses yang ada, jangan terbuai omongan manis tanpa memberi solusi.

Masyarakat sekarang butuh bukti, bukan janji, semua orang bisa berteori, omongan kemana-mana tetapi tidak dipraktekkan, yah sama saja, apa yang mau diharapkan.

Oleh karena itu, sebagai masyarakat lingkar tambang kami mendukung penuh kegiatan Tim AMDAL ini dengan harapan semua ini bisa memberi kebaikan untuk masyaraka itu sendiri, tutup Tomas.