Peluncuran Program Bank NTT

Membangun NTT Melalui Bank NTT

Daerah Timor

Kupang, SorotNTT.com – Bank NTT meluncurkan Festival Pelaku Usaha Mandiri yang bertujuan mendorong generasi muda dan juga Program Ramai Sekali yang merupakan program untuk edukasi membangun bagi usia dini dan generasi milenial, di Halaman Kantor Bank NTT, Sabtu (2/2/2019).

Disaksikan Gubernur Viktor Laiskoda dan Walikota Kupang, pimpinan Bank NTT, pimpinan OJK Kantor Perwakilan NTT, Perwakilan BI, dan Pemimpin Umum Harian Victory News, hadir dalam acara tersebut

Plt. Direktur Utama Bank NTT Absalom Sine, mengatakan acara ini dirangkai dengan peluncuran empat program, yaitu launching Dapur UMKM, launching Bedah Kelurahan, launching Festival Pelaku Usaha Mandiri, launching Program Ramai Sekali. Keempat program tersebut merupakan upaya Bank NTT untuk melayani masyarakat NTT sesuai dengan motto Bank NTT “melayani lebih sungguh”. Mengenai program Dapur UMKM Bank NTT menyediakan ruang bagi kelompok binaan Bank NTT untuk dapat memasarkan hasil produksi. Bank NTT juga memberikan pendampingan dan buka pasar bagi kelangsungan usaha di seluruh kantor cabang.

“Bank NTT tidak hanya menyediakan pasar offline tetapi juga secara online dengan menggandeng beberapa partner antara lain Bukalapak,” katanya.

“Sedangkan program festival yang dilaunching untuk mendukung berkembangnya pelaku usaha,” lajut dia, “Bank NTT memiliki target tersendiri dalam menyalurkan kredit usaha.” 

“Target penyaluran dana kredit untuk pelaku usaha tahun buku 2019 Rp 2,2 trilliun dan didalam ada porsi untuk UMKM. Bukan hanya itu Bank NTT akan memberikan kredit khusus dibawah suku bunga KUR dengan dana Rp 200 miliar yang disipakan dengan bunga 7 % persen,” jelas Absalom.

“Selain itu sejalan dengan program pergerakan revolusi hijau yang sedang dijalankan oleh pemerintah. Bukanya hanya itu Bank NTT juga melaunching program bedah kelurahan dimana mereka melihat bahwa sampah ini bukan sebagai masalah akan tetapi Bedah Kelurahan yaitu yang pertama mencegah lingkungan yang sehat hijau dan asli, mengurangi jumlah sampah yang diangkut, mengubah perilaku masyarakat yang mengedukasi masyarakat peduli terhadap lingkungan, meningkatkan kreativitas dan memberikan keuntungan bagi pembersih sampah,” jelas dia.

Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat dalam pandangan generasi muda NTT bangkit menuju sejahtera mengatakan berbicara tentang enterpreneurship khususnya pada kaum muda NTT. NTT inilah lapangan untuk berkarya pada sektor dunia usaha masih terbuka sangat lebar dan belum ada yang memulai karena itu masih banyak sekali bidang dan sektor untuk kita bisa masuk kepada milenial bisa untuk membangun diri sendiri, membangun kelompok bahkan juga berpatisipasi untuk membangun NTT, semua hari ini di dunia telah lengkap dan hampir telah tersedia.

“Oleh karena itu, masalah yang paling serius adalah bukan kepada toolsnya tetapi kepada manusia karena yang namanya usaha yang namanya hidup itu satu yang paling mahal yang mesti ada dalam diri manusia adalah modal utama dan terutama adalah kepercayaan. Ini harus dijaga, dan membangun dunia usaha itu harus punya keyakinan, semua pengusaha, semua organisasi yang akan mendesain kesempatan untuk maju. Menyiapkan diri dulu untuk menjadi manusia yang patut menjadi percaya oleh publik.” ungkapnya.

“Dia mengajak kaum milenial agar tidak takut untuk mengembangkan ekonomi dari desa dari berbagai ide bisnis yang kreatif sesuai dengan perkembangan teknologi informasi saat ini. Saat ini generasi muda harus mulai berani menggeluti dunia usaha yang saat ini diprogramkan oleh pemerintah adalah satu peluang yang harus ditangkap oleh kalangan milenial NTT saat ini,” jelasnya.

“Mimpi besar inilah yang sekarang didorong oleh pemerintah Provinsi NTT untuk mendorong anak-anak muda terjun ke sektor pariwisata. Mutia misalnya tidak ada homesty yang baik di sana. Kita tidak usah banyak bicara. Kita bangun lima vila saja dengan kredit Bank NTT pasti bisa, atau dengan bantuan dana KUR itu pasti bisa. Selama ini orang mau berwisata ke sana harus pulang karena tidak ada akomodasi di sana, ” kata Gubernur VBL yang berlatar pengusaha ini.

Lanjut dia, menegaskan bahwa selama kepemimpinan tak akan mengizinkan investor membangun hotel-hotel di sekitar kawasan wisata, karena itu menjadi peluang bagi masyarakat lokal dan generasi muda untuk membangun homestay atau usaha kuliner. Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat menginginkan ada setidaknya 500 ribu anak muda yang mau serius berwirausaha.“Jika itu terjadi, maka NTT mengalami lompatan kemajuan ekonomi yang luar biasa. NTT itu luar biasa dengan kekayaan alam dan budayanya. Saya bersyukur anak muda sudah mulai bergerak tapi ini masih kurang. Kita perlu 500 ribu anak muda di NTT. Kalau tercapai 500 ribu anak muda bergerak di NTT maka NTT bangkit menuju sejahtera itu segera tercapai, “jelas dia. (Hendrikus Aditono)