Menanti Realisasi Proyek SPAM Wae Mese II, Untuk Penuhi Kebutuhan Air Warga Labuan Bajo 

LABUAN BAJO, SorotNTT.Com- Beberapa waktu lalu tepatnya, 10 Maret 2021 Bupati Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Edistasius Endi meninjau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wae Mese II.

Proyek dengan anggaran ratusan miliar tersebut, terletak di Jembatan Wae Mese, Desa Watu Nggelek, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT).

Seperti dilansir Pos Kupang(10/0/2021), Bupati yang biasa disapa Edi Endi berharap nantinya proyek SPAM Wae Mese II nantinya dapat memenuhi kebutuhan air di Labuan Bajo.

Proyek ini hadir untuk menunjang pembangunan Labuan Bajo sebagai salah satu Kawasan Strategis Pembangunan Nasional (KSPN) dan dikerjakan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jendral (Ditjen) Cipta Karya Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah II dengan PT Amarta Karya (Persero) II.

BACA JUGA:  Rakernas MOI, Dukung Pemindahan Ibukota Indonesia Baru ke Kalimantan

Pantauan media ini dilokasi tepatnya 25 November 2021 terlihat pelaksana masih sibuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Tampak kesibukan dengan intensitas yang sangat tinggi, serta disetiap titik pekerjaan terlihat para pekerja dengan posisi mengambil peran masing-masing.

Ketua Lembaga Advokasi Demokrasi dan Investigasi Kebijakan Umum (Ladikum) Salesius Kantur, menyampaikan harapan agar apa yang menjadi mimpi Masyarakat Kota Labuan Bajo, dan Masyarakat Kabupaten Manggarai Barat ini akan terwujud.

Bukan rahasia umum kalau Kota Labuan Bajo terkenal dengan sering terjadi kekurangan Air Minum Bersih.

BACA JUGA:  Pelaku Persetubuhan Remaja Perempuan 16 Tahun di Manggarai Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Kondisi tersebut adalah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi apalagi Kota Labuan Bajo sering dikunjungi petinggi Republik ini.

Saat ini proyek SPAM Wae Mese II belum selesai dikerjakan, tentu mata semua pihak tertuju kesana, tentang apa yang akan dicapai oleh proyek dengan anggaran fantastis ini.

Kami dari representasi masyarakat Kabupaten Manggarai Barat dan Provinsi NTT akan terus memberi perhatian akan realisasi proyek dengan pagu sekitar Rp.145 Miliar ini, semoga dapat tercapai tepat waktu dan dilakukan sesuai petunjuk teknis yang diberikan pemerintah, tegas Salesius.