Menelusuri Fakta Dibalik Pembangunan Irigasi Wae Rem Yang Mubazir

Ruteng, SorotNTT.Com-Kondisi Irigasi Wae Rem yang terletak di Desa Bere, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, NTT, Mubasir dan bangunanya rusak parah.

Irigasi yang dibangun sejak tahun 2013-2015, ketika Masa Kepemimpinan Bupati Kabupaten Manggarai Cristian Rotok ini sudah tak dapat digunakan sama sekali.

Pantauan media ini dilapangan bersama warga Desa Bere, menyaksikan bahwa seluruh bangunan yang dibangun tersebut sudah rusak dan hancur.

Dari informasi yang diperoleh pembangunan irigasi Wae Rem ini menghabiskan anggaran sekitar 4 miliar rupiah.

Berdasarkan keterangan warga Desa bere, bahwa ada beberapa kontraktor yang datang kelokasi sejak tahun 2013-2015 untuk membangun irigasi ini, karena pembangunan irigasi ini dilakukan secara bertahap.

Tetapi sangat disayangkan pembangunan irigasi ini sama sekali tidak digunakan sampai sekarang, uang negara dihabiskan begitu saja.

BACA JUGA:  Kasus Covid-19 di Kecamatan Pacar Semakin Meningkat, Satu Pasien Meninggal Dunia

Terpisah media ini tepatnya (1/3/2022) telah mengkonfirmasi mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai Ketut Suastika, Terkait keberadaan Irigasi Wae Rem.

Ketut menjelaskan status Irigasi Wae Rem sejak tahun 2014 sudah dialihkan menjadi kewenangan propinsi dan berubah nama menjadi DI Wae Codi.

“Mohon dukunganya terkait perencanaan yang sudah konfrehensif dari propinsi NTT  tahun 2014 dengan nama DI wae Codi dapat dilaksanakan atas suport PUPR kabupaten (karena sudah menjadi kewenangan provinsi)”.

Seingat saya sudah pernah dianggarkan oleh dana DAK provinsi NTT tahun 2013 tapi dialihkan pelaksanaannya  ke DI Wae Ces, jekas Ketut.

Mereka lebih memilih wae ces karen dekat dengan  jalan negara dan selalu bertambah rusak. Didepan kami saat asistensi DAK dengan provinsi, mereka sudah masukkan dalam anggaran provinsi tahun 2013,  tunggu-tunggu dikerjakan ee malah lokasi pindah ke wae ces, jelas Ketut pula.

BACA JUGA:  Intensitas Curah Hujan Tinggi, Mengakibatkan Satu Bangunan TPT di Nao Kolang Jebol

Untuk kondisi Irigasi Wae Rem yang sekarang ini mantan Kadis Ketut menjelaskan, “Seingat saya pelaksanaanya sudah sesuai, cuma karena ada bencana banjir kikis saluran  sampe roboh 2015-2016, saat itu aset Irigasi Wae Rem sudah menjadi aset propinsi.

Kondisi Irigasi Wae Rem yang tidak digunakan ini mengundang reaksi yang beragam dari masyarakat Desa Bere.

Beberapa warga yang identitasnya minta dirahasiakan berharap agar ada kelanjutan pembangunan Irigasi Wae Rem ini.
“Masa uang negara dibuang begitu saja, sementara tidak digunakan sama sekali, ini sudah lama, namun tidak ada tanda-tanda akan dilanjutkan pekerjaanya, apalagi bangunan yang ada sudah rusak dan hancur”.

BACA JUGA:  530 Jiwa Warga LAUT Dapat Bantuan Bencana BSTS

Kita ingin semua pihak membuka mata mulai sekarang, cukup sudah uang negara digunakan tanpa ada nilai manfaatnya.