Menghasilkan Uang, ini yang dilakukan SMPK Rosa Mistika Wae Rana

smpk-rosa-mistika-wae-rana

Borong, SorotNTT.com – Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Rosa Mistika Wae Rana, kembali melakukan beragam kreativitas  di halaman depan Sekolah tersebut, yang beralamat di Kelurahan Rongga Koe, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores-Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Pantauan SorotNTTcom pada, Sabtu (5/10/2019) di lokasi kegiatan, ratusan pengunjung mulai dari anak-anak hingga orang dewasa mendatangi lokasi tersebut guna menikmati beraneka ragam menu jajanan yang disuguhkan oleh pihak sekolah itu.

Mulai dari pangan lokal seperti kopi tumbuk, kripik pisang, es buah, daging, serta aneka ragam makanan khas lokal lainnya telah tersedia di beberapa stand yang tersebar di halaman sekolah tersebut.

BACA JUGA:  Virus Corona Belum Terdeteksi di NTT, Harap Tetap Waspada

Selain itu, tersedia juga hasil kerajinan tangan berupa anyaman topi dan tas, keranjang yang terbuat dari bahan dasar rotan dan bambu dengan harga bervariasi.  Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari terhitung sejak (5/10) hingga (7/10), para pengunjung berdatangan di lokasi kegiatan tersebut. 

Kepala Sekolah SMPK Rosa Mistika, Wae Rana, Sr. Lusia Endu, melalui Wakil Kepala Sekolah, Klemes Grembes, S.Pd, saat diwawancarai SorotNTTcom di lokasi kegiatan tersebut mengatakan, tujuan dari kegiatan ini sebenarnya banyak. “Salah satunya mencari dana untuk pembangunan lapangan sekolah ini. Selain itu untuk meningkatkan kreativitas anak, serta melatih anak untuk hidup bersama masyarakat dengan melayani orang,” kata Wakil Kepala Sekolah. 

BACA JUGA:  Teluk Nanga Lok di Matim masuk 10 besar API Award 2022

Dikatakan, Grembes, selaku Wakil Kepala Sekolah, kami meminta dukungan dari orang tua serta dukungan dari pemerintah terkait kegiatan kreativitas dari anak-anak di sekolah ini. “Kira-kira kalau kita meminta dukungan dari  pihak pemerintah, misalnya kita harus buat proposal,” imbuhnya. 

Dia menambahkan, kedepan barangkali kita akan buat proposal, supaya pihak pemerintah bisa membantu. “Kegiatan ini hanya ada dua, yakni bazar, dan malam kesenian,” tutupnya. 

BACA JUGA:  Perkuat Pengembangan Pelaku Usaha, BPOLBF Gelar Workshop Rencana Bisnis

Laporan : Ferdinandus Lalong