Seminar Sehari PON NTT 2028

Menjadikan NTT Tuan Rumah Penyelenggaraan PON 2028

Daerah Timor

Kupang, SorotNTT.com – Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Kota Kupang menyelenggarakan seminar sehari dengan tema “Membedah Gagasan VBL tentang NTT Tuan Rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028” yang bertempat di GOR Oepoi Flobamora Kupang, pada Selasa (19/03/2019).

Adapun maksud dari kegiatan ini, yaitu:

Menjadikan Provinsi NTT sebagai provinsi pertama di wilayah Nusa Tenggara yang menjadi tuan rumah PON XXII tahun 2028, memiliki potensi atlet-atlet berkelas dunia, mampu menyelenggarakan event PON di beberapa wilayah Flobamora, menyiapkan grand design olahraga untuk jangka pendek, menengah, dan panjang, mempersiapkan penyelenggaraan olahraga di masing-masing kabupaten/kota se-Provinsi NTT, dan mempersiapkan pola pembinaan atlet sesuai dengan tahapan pembinaan untuk olahraga pada pekan olahraga nasional.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi dalam sambutannya saat membuka kegiatan seminar sehari tersebut menyampaikan, untuk mencerdaskan ide Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) yang sudah melakukan suatu gerakan NTT bangkit sejahtera, mengapa kita bangkit karena selalu dijuluki NTT termiskin nomor tiga.

Josef menegaskan, “NTT harus membuktikan diri sebagai provinsi yang tidak kalah dengan daerah lain, jangan menyerah, jangan rendah diri. Kita tunjukan keindonesiaan!”

Seminar Sehari NTT tuan rumah PON 2028

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi pada kesempatan tersebut menantang anak SMA/SMK se-Kota Kupang dan utusan dari kabupaten/kota se-NTT yang hadir dalam kesempatan tersebut, agar mampu membuktikan kepada Indonesia bahwa anak-anak NTT tidak kalah dengan anak-anak dari provinsi lain.

“Karena itu, ide VBL untuk menjadikan NTT sebagai tuan rumah penyelenggaraan PON tahun 2028 untuk membuktikan kepada Indonesia bahwa NTT sungguh-sungguh dan bisa menjadi penyelenggara dan tidak kalah dengan provisi lain. Penyelenggara PON XXII 2028 tidak hanya untuk kemajuan olahraga kita di NTT, tetapi sekaligus untuk mengangkat harkat dan martabat dan martabat anak-anak NTT di mata nasional,” pungkas Josef.

Ketua panitia seminar, Isai Kause dalam laporannya menyampaikan kegiatan PON merupakan sebuah wahana olahraga untuk mempertemukan guna melakukan pertandingan dan perlombaan pada sejumlah olahraga. Aktivitas olahraga empat tahunan ini telah mampu memberikan spirit baru dalam dunia olahraga.

“Atlet telah melakukan persiapan untuk menyambut pesta olahraga serta dukungan dana dalam upaya persiapannya, baik itu pada program latihan, status gizi, optimalisasi peran psikolog, maupun “naturalisasi” sejumlah pelatih dan atlet sebagai bukti bahwa olahraga telah mampu menyita perhatian khalayak ramai,” ungkapnya.

Seminar Sehari PON NTT 2028

Lebih lanjut, Kause menyatakan, “Melalui spirit “NTT bugar, NTT bangkit, NTT cerdas dan NTT sejahtera”, maka Provisi NTT dapat menjadikan olahraga sebagai instrumen menuju kebangkitan kesehatan, optimisme, sportivitas, ekonomi sosial dan budaya serta membangkitkan kerja sama untuk mewujudnyatakan masyarakat NTT yang sejahtera.”

Peserta yang hadir dalam acara berasal dari para guru olahraga, pelatih olahraga, praktisi olahraga, pemerhati olahraga, atlet/siswa-siswi SMA, SMK, MA, mahasiswa olahraga, dinas/instansi provinsi dan kabupaten/kota, pihak perbankan, pengurus KONI, Dipora/Bidang Olahraga, serta swasta, media, dan seluruh pihak yang berpotensi mendukung kemajuan olahraga di NTT.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi panitia yang sudah merancang kegiatan seminar sehari “Membedah Gagasan VBL tentang NTT Tuan Rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028” tersebut.

Laporan: Hendrikus Aditono