Menkominfo RI: Johny G. Plate Melakukan Kunjungan Kerja di Seminari Pius XII Kisol

DaerahFlores

BORONG, SorotNTT.com-Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Johny G. Plate, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke almamaternya, Seminari Pius XII Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores-Nusa Tenggara Timur.

Pantauan sorotNTT.com dalam kunjungan tersebut, Menkominfo Johny Plate menggunakan helikopter yang mendarat langsung di Lapangan Seminari Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba pada Jumat (20/12/2019) pukul 14.00 WITA.

Kedatangan Rombongan Menkominfo itu disambut langsung Bupati Matim, Agas Andreas, Sekda Boni Hasudungan, pimpinan dan anggota DPRD Matim serta pihak lembaga Seminari Kisol saat turun dari Helikopter.

Tiba di pintu lembaga Seminari Kisol, rombongan Menkominfo bersama rombongan Bupati Matim, diterima secara adat Manggarai “Kepok Curu dan Kapu” oleh tokoh adat Kelurahan Tanah Rata. Sebelum bertemu dengan seluruh siswa dan guru, Menkominfo Johny Plate meresmikan instalasi jaringan internet bantuan Kementerian Kominfo.

Selain itu, pihaknya meninjau ruang pelatihan dan sertifimasi serta sejumlah ruangan di sekolah tersebut. Termasuk kamar tidur, yang dulunya Menkominfo Johny Plate, pernah tidur di ruangan tersebut. Mereka dikawal ketat aparat Kepolisian.

Johny Plate, dalam kesempatan itu mengatakan, Seminari Kisol telah tersedia fasilitas telekomunikasi dan informatika atau internet dengan kecepatan 8MB oleh pemerintah melalui Kementerian Kominfo. Sehingga fasilitas yang ada diharapkan dimanfaatkan dengan baik.

“Tolong gunakan fasilitas yang ada dengan baik. Saya pesan kepada siswa untuk berselancar mencari ilmu pengetahuan dalam dunia maya dengan capai hasil yang berlipat ganda atau multiplayer effect,” pinta Johny.

Dikatakannya, berselancar di internet struktur digital yang disediakan, untuk kemajuan ilmu pengetahuan, kejayaan bangsa dan masyarakat. Khususnya nanti menghasilkan lebih banyak orang hebat. Seperti Menteri, Gubernur, Bupati, Presiden, Imam, Uskup, dan bahkan menghasilkan Paus. Jangan manfaat fasilitas yang ada untuk hal yang tidak penting.

“Saya berpesan, jangan salahgunakan fasilitas yang ada ini. Di internet ini selalu buka-bukaan, tapi jangan kirim yang ehem-ehem yaa. Karena Menteri Kominfo bisa lihat dari Jakarta. Kami bisa tahu, disini ada hal yang dibuat dalam atau kirim apa ke internet 8 MB ini,” ujar Johny Plate.

Masih kata Johny, internet memudahkan segalanya. Tentu yang mempersulit itu dihapus dan membuat untuk bergerak cepat dalam mengejar ketertinggalan pembangunan nasional. Dalam dunia teknologi sekarang, peran manusia dalam pelayanan publik mulai dikurangi. Sifatnya seperti robot, karena semakin banyak pekerjaan dengan sistem yang mempercepat.

Sebut saja Presiden saat ini, meminta eselon 3 dan 4 untuk dihapus. Tapi kata Menkominfo, bukan untuk menghapus atau mengurangi dengan memecat ASN. Bukan juga untuk mengambil gajinya, malah gajinya lebih banyak lagi. Tapi dimaksudkan, pekerjaannya dipercepat.

Juga ASN yang ada, bisa mengambil pekerjaan lain, yang tidak bisa dilakukan oleh robot atau artifisial intelijen. Sekarang semua dituntut, harus menguasai teknologi informasi. Itu penting, akan percepat pengambilan keputusan. Sehingga akselerasi pembangunan itu bisa jalan cepat. Sekaligus dari provinsi, kabupaten, dan desa harus sama programnya.

“Ibaratnya satu tarikan nafas yang sama. Bagaimana kecerdasan manusia disini untuk membuat supaya kebijakan itu dalam satu kelas yang sama, setidaknya dia berjumpa dan bertumpu pada satu titik simpul kepentingan atau tujuan pembangunan yang sama,” katanya.

Sementara itu, Bupati Matim, Agas Andreas dalam kesempatan yang sama menyampaikan terima kasih kepada Menkominfo bersama rombongan, karena bisa berkunjung ke Matim, tepatnya di Seminari Kisol, almamater Johny Plate. Terima kasih juga karena telah membantu lembaga Seminari Kisol jaringan internet. Fasilitas yang sangat bermanfaat untuk seluruh proses pendidikan di Seminari Kisol.

“Bapak Menteri, kami menyampaikan terima kasih atas kunjunganya. Tentu Bapak Menteri tahu seperti apa kondisi di Matim. Karena sebagai anak orang Manggarai Raya, sudah keliling di wilayah Matim. Tapi itulah faktanya,” imbuhnya.

Preses Seminari Kisol, Romo Dionisius Osharjo, Pr, mengatakan pihaknya menyambut dengan penuh sukacita dan rasa syukur serta terimakasih yang mendalam atas kunjungan Menkominfo. Dimana Menteri Johny Plate adalah alumni Seminari Kisol. Dalam daftar, Menkominfo Plate itu siswa angkatan ke-15. Masuk tahun 1970 dengan jumlah siswa 43 orang saat itu.

Lanjut dia, dari 43 orang itu, ada 2 orang menjadi Imam dan 1 orang menjadi Menteri, yakni Johny G. Plate sebagai Menkominfo dalam Kabinet Indonesia Maju. Sedangkan yang lain berkarya di berbagai bidang lainnya. “Seminari Kisol sangat berbangga dan bersyukur, karena salah satu alumnus terbaik dari lembaga itu dipercayai oleh Bapak Presiden Joko Widodo.

Kami mengucapkan profisiat atas kepercayaan dari Presiden untuk putra terbaik dari Seminari ini untuk menjadi Menteri. Ini merupakan sejarah penting dalam perjalanan seminari ini. Karena salah seorang alumnusnya menjadi Menteri membantu Bapak Presiden,” kata Romo Osharjo.

Dikatakan, sukacita lembaga ini menjadi lebih sempurna karena sebetulnya ada dua putra terbaik Seminari Kisol dipercayakan untuk melaksanana tugas penting dalam gereja dan negara. Satu orang ada dalam diri Johny G. Plate sebagai Menteri. Satunya Mgr. Sipri Hormat, dimana Sri Paus mengangkatnya menjadi Uskup Ruteng.

“Dua karya penting, yakni karya untuk gereja dan untuk tanah air. Dalam mars Seminari dan Pancasetia, Seminari dicantumkan dengan jelas, semua karya entah itu keadilan dan kedamaian, atau karya apa saja adalah karya untuk gereja dan tanah air. Sampai saat ini, sudah ribuan alumnus mengambil bagian dalam pembangunan bangsa dan gereja,” ujarnya.

Romo Osharjo mengatakan, seminari Pius XII Kisol akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk pembangunan bangsa. Dengan adanya jaringan internet di Seminari Kisol akan sangat membantu mewujudkan tujuan lembaga itu berkarya bagi bangsa dan gereja.

“Kami ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang berlimpah kepada Bapak Menteri atas bantuan jaringan internet untuk lembaga pendidikan ini. Kami sudah memanfaatkan dan menikmati jaringan internet yang disedikan ini. Kami telah merasakan betapa besar manfaat fasilitas jaringan internet ini untuk seluruh proses pendidikan di tempat ini,” tutupnya.

Laporan: Lalong Ferdinandus