Menpan RB Tjahjo Kumolo, Kunjungi Labuan Bajo

Daerah

Labuan Bajo, SorotNTT.Com-Menteri Pendayaan Aparatur Negara(PAN-RB) Tjohjo Kumolo Mengunjungi Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Narat, NTT, Kamis(22/10/2020)

IMG-20210816-WA0106

Kedatangan Menpan RB ke Labuan Bajo kali ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan pembinaan di daerah-daerah tujuan wisata. Labuan Bajo ini adalah daerah tujuan wisata internasional. Maka, pemerintah daerah, kepolisian dan semua pihak harus siap melayani”,kata Menpan RB, Tjahjo Kumolo kepada sejumlah awak media di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu Manggarai Barat.

hut17_matim.jpeg

Tjohjo Kumolo juga memberi apresiasi terhadap pelayanan perijinan Mabar yang sudah berjalan baik selama ini. Walau demikian kata Tjahjo Kumolo, sebagai pelayan masyarakat, setiap Aparatur Sipil Negara di wilayah itu, harus mampu melayani masyarakat termasuk para investor yang ingin berinvestasi di daerah itu dengan baik.

BACA JUGA:  HIPKATAS Kupang Gelar Pelantikan Badan Pengurus periode 2019/2020

“Disini sudah cukup bagus, tahun 2019 sudah ada 1.082 ijin yang telah diterbitkan. Perhari bisa 10 ijin”, terang Tjahjo Kumolo.

Sebagai daerah terbuka dengan kunjungan wisatawan Menpan RB juga meminta untuk perketat aturan terutama soal perijinan terpadu satu pintu. 

“Mau investasi hotel,rumah makan, harus memperhatikan ijin sepadan jalan PUPR tidak boleh dilanggar. Silahkan Pak Bupati terapkan kedisiplinan, jangan sampai bermain uang dan melanggar aturan. Citra negara akan rusak. Labuan Bajo daerah yang terbuka.orang asing pasti akan datang berkunjung di Labuan Bajo. Saya ingatkan, dahulukan pelayanan ijin untuk masyarakat, jangan sampai orang asing bisa dapat ijin buka lapak sedangkan masyarakat kecil dipersulit”, tegas mantan Mendagri era Jokowi-JK itu.

BACA JUGA:  Imanuel Blegur Kalah TUN, Penasihat Hukum Ucapkan Selamat Kemenangan Bupati Amon Djobo

Demikian ia melanjutkan, Pak Jokowi ingin proses perijinan di Mabar dapat dilakukan dengan cepat sesuai aturan. “Mana yang gratis dan mana yang tidak, dengan kedepankan prinsip ketepatan waktu serta pelayanan yang baik”, tambahnya.

Bicara soal pelayanan Kepolisian, Menpan RB mengatakan, pihaknya harus merubah citra Kepolisian Mabar menjadi polisi pariwisata. Polisi harus bisa memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan.

“Polisi Pariwisata harus urus wisatawan dengan baik termasuk mengurus dokumen di kepolisian seperti sim skck Demikian juga dengan Rumah Sakit Dan Puskesmas Harus melayani masyarakat dengan baik”, tandasnya.

Terkait kelancaran pelayanan Menpan RB juga meminta pemerintah daerah setempat untuk selalu memberi ruang kepada media terkait seluruh aktifitas layanan publik.

BACA JUGA:  Cegah Covid-19, Puskesmas Wukir Lakukan Penyemprotan Desinfektan

“Pemkab harus terbuka dengan media mengenai pelayanan.Bupati dan gubenur harus 24 jam siap ditanya oleh wartawan”, pungkasnya.(L-015)*

hut17_fansi.jpeg hut17_sil.jpeg hut17_osi.jpeg hut17_yeni.jpeg hut17_domi.jpeg hut17_sma2pacar.jpeg hut17_smpn1pacar.jpeg hut17_manong.jpeg hut17_jon.jpeg