Menpar lantik Direktur BOP Labuan Bajo Flores

Menparekraf Lantik Direktur BOP Labuan Bajo Flores dan Dirut BOP Danau Toba

Featured Nasional

Jakarta, SorotNTT.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melantik Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba dan  Direktur Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores, dimana hasil akhir seleksi terbuka telah diumumkan oleh Panitia Seleksi yang diketuai oleh Ardan Adiperdana pada tanggal 27 Januari 2021 .

Acara pelantikan berlangsung pada, Senin (29/3) bertempat di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba dijabat oleh Jimmy Bernando Panjaitan,  Tiga posisi jabatan Direktur Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores, yaitu Direktur Industri dan Kelembagaan Pariwisata dijabat oleh Neysa Amelia, Direktur Pemasaran Pariwisata dijabat oleh Raisa Lestari Niloperbowo, dan Direktur Destinasi Pariwisata dijabat oleh Konstant Mardinandus Nandus.

Direktur Destinasi Pariwisata Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores yang dijabat oleh Konstant Mardinandus Nandus, merupakan salah satu putera daerah asal Ruteng-Manggarai yang berstatus PNS yang mengabdi di Kabupaten Manggarai Barat.

Melalui akun facebook pribadinya, Menteri Sandiaga mengucapkan selamat melaksanakan tugas kepada Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba dan Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo yang baru saja dilantik pada hari ini. Saya harapkan dapat segera Gercep, Geber, Gaspol dalam melaksanakan fungsi memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, mengakselerasi penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya.

Sebagaimana kita ketahui program prioritas yang menjadi perhatian Bapak Presiden adalah percepatan penyiapan infrastruktur serta kesiapan destinasi wisata di lima destinasi super prioritas, salah satunya Labuan Bajo.

Untuk mengoptimalisasi pengelolaan, pengembangan dan pembangunan di destinasi super prioritas tersebut maka dibentuk Badan Pelaksana Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata.

Melalui Badan Pelaksana Otorita ini diharapkan dapat terwujud koordinasi dan sinkronisasi mulai dari perencanaan sampai dengan pengendalian di kawasan pariwisata sesuai dengan fungsi koordinasi, serta melakukan perencanaan, pengembangan, pembangunan, pengelolaan dan pengendalian dalam kawasan otoritatifnya.