Mgr Sipri Hormat, Tekankan Prinsip-prinsip Perkembangan Pariwisata di Manggarai Raya 

Daerah

RUTENG, SorotNTT.Com-Pada sidang pastoral tahun 2022 kali ini, Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat, menekankan prinsip-prinsip penting yang dibungkus dalam tujuh Ramah untuk pengembangan pariwisata di wilayah Manggarai Raya yang menjadi medan penggembalaan Keuskupan Ruteng.

Hal itu disampaikan Uskup Siprianus saat membawakan materi terkait Tahun Pastoral Pariwisata Holistik 2022 dalam kegiatan hari kedua Sidang Pastoral Post Natal Keuskupan Ruteng, Rabu 5 Januari 2022, bertempat di Wae lengkas, dari tanggal 4-7 Januari 2022.

Selain Uskup Ruteng panitia menghadirkan narasumber Sekda Manggarai Timur, Direktur BOPLBF, Bupati Manggarai, Bupati Manggarai Barat, dan Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng.

BACA JUGA:  Kondisi Jalan Benteng Jawa-Wae Naong Memprihatinkan

Uskup Siprianus menjelaskan adapun 7 ramah itu yakni:
Pertama, Ramah akan martabat manusia dimana prinsip martabat manusia dan hak-haknya.
Kedua, Ramah terhadap sesama dimana prinsip partisipasi masyarakat lokal
dalam pariwisata sambil membuka diri kepada semua orang, baik warga lokal, wisatawan, dan pelaku wisata.

Ketiga, Ramah Budaya dimana prinsip pelestarian kebudayaan lokal sambil menghormati budaya lain.

Keempat, Ramah Lingkungan dimana prinsip keselamatan lingkungan hidup atau ekologi.

Kelima, Ramah akan agama dan etika. Dimana prinsip nilai-nilai moral dan religius.

Keenam, Ramah akan keadilan dan kejujuran. Dimana prinsip kerjasama, transparansi, dan keadilan dalam pengelolaan pariwisata.

BACA JUGA:  Diduga Melecehkan Staf LBH Surya NTT, Seorang Pengacara Di Polisikan.

ketujuh, Ramah akan IPTEK yang manusiawi. Dimana prinsip penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang tepat guna dan manusiawi.

“Berdasarkan tujuh ramah ini, maka kami mengajak bapak-bapak bupati di wilayah Manggarai Raya ini untuk menyikapi bersama isu besar yang tengah kita hadapi ini melalui kebijakan dan program-program terhadapnya.

Semoga pertemuan hari ini memberikan wawasan dan inspirasi baru dalam mengembangkan pariwisata di Tanah Nuca Lale,”tutup Uskup Siprianus.

Sumber: Pos Kupang