Miris, Jalan ke Wae Decer, Tak Terurus dan Berlubang, Apakah Kita Masih Ada Rasa?

Daerah

Ruteng, SorotNTT.Com-Nama Wae Decer bagi warga kota Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT dan sekitarnya sudah tidak asing lagi.

Sekitar 60 persen warga kota Ruteng mengkonsumsi Air Minum Bersih yang bersumber dari Mata Air Wae Decer, yang terletak di Kelurahan Carep ini.

Wae Decer sudah sangat besar kontribusinya bagi kelangsungan hidup warga kota dingin ini.

Perusahaan Daerah Air Minum(PDAM) Tirta Komodo, Kabupaten Manggarai, mengambil sumber air dari Wae Decer untuk digunakan oleh warga kota Ruteng.

Kenyataan yang mencengangkan justru yang didapat ketika kita ingin melihat sumber mata air yang telah menghidupi warga kota yang sudah semakin padat jumlah penduduknya.

Jalan menuju Wae Decer sudah tidak terurus, berlubang., kondisinya sangat buruk, dan sudah tidak dapat dilalui oleh kendaraan.

BACA JUGA:  Upacara Penurunan Bendera Merah Putih Berjalan Lancar dan Khidmat

Pantauan Media SorotNTT.Com dilokasi 11 Desember 2021 dari pertigaan gang Langgo tengah sampai sumber Mata Air Wae Decer terlihat kondisi jalan sangat buruk.

Simon Jhot (80) seorang warga Langgo Ujung Pandang, Kepada Media ini menyampaikan harapannya agar jalan ini diperbaiki.

Sejak dibangun sampai sekarang jalan ini tidak pernah diperbaiki, padahal Wae Decer ini sangat penting keberadaanya untuk warga kota Ruteng.

Semoga pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai, segera mengambil langkah untuk memperbaiki jalan ini.

Saya kalau kekebun sangat susah ketika melewati jalan ini, terkadang jatuh akibat licinya batu yang ada.

Semoga Bupati dan Wakil Bupati Manggarai mau mendengar keluhan kami ini, karena sudah lama kami merasa sengsara ketika melewati jalan ini.

BACA JUGA:  Miris, Seorang Siswa Kesulitan Mencari Sekolah Akibat dikeluarkan dari Sekolah

Apakah Kita Masih Ada Rasa?

Wae Decer adalah obyek vital bagi berlangsungnya kehidupan kota Ruteng justru selama ini diabaikan.

Bayangkan kalau air dari Wae Decer Macet, apa yang akan terjadi dengan kehidupan warga kota ini, seharusnya pemerintah memprioritaskan pembangunan jalan menuju Wae Decer ini.

Apakah kita masih ada rasa, pertanyaan ini dilontarkan oleh Stefanus salah satu warga yang berjumpa dengan media ini dilokasi dengan nada kesal dan marah.

Kalau kita masih ada rasa untuk berterimakasih kepada warga yang telah rela memberikan mata  Air ini untuk digunakan ole Perusahaan Daerah Air Minum(PDAM)Tirta Komoda untuk dikonsumsi banyak orang, maka selayaknya kita membangun jalan ini, tetapi kalau tidak maka kita sudah tidak punya rasa, tutup Stefanus.