Misteri Pembunuhan Ibu dan Anak di Kota Kupang Jadi Atensi Nasional, DPW MOI NTT Minta Polda Usut Tuntas

KOTA KUPANG – SorotNTT.Com-Misteri Kematian Astry Manafe dan Anaknya Lael hingga saat ini masih menimbulkan gejolak ditengah masyarakat Nusa Tenggara Timur terkhususnya bagi warga Kota Kupang.

Bukan hanya sampai disitu saja pembunuhan keji yang sementara ditangani secara intensif oleh Tim Advokat dari LBH Surya NTT tersebut, kini telah menjadi atensi nasional.

Hal itu dikarenakan melalui pemberitaan Media Online Indnesia (MOI) beberapa waktu lalu sehingga persoalan ini telah menjadi sorotan berbagai pihak diluar NTT.

Akhirnya Organisasi sekliber Media Online Indonesia (MOI) melalui DPW MOI Provinsi NTT turut angkat bicara terhadap persoalan tersebut.

BACA JUGA:  IKMMATIM-Malang Gelar Seminar Kebudayaan

Rusydi Saleh Maga,SH., selaku Wakil Ketua I DPW MOI Provinsi NTT bersama Andre Lado,SH., Sekretaris DPW MOI Provinsi NTT ketika dikonfirmasi sejumlah media, Pada Senin, (06/12/2021), meminta Polda NTT supaya dapat mengusut tuntas kematian Astry (Ibu) dan Lael (Anak).

Dalam kesempatan ini pun  kedua petinggi pers (MOI) di NTT itu turut menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga korban atas kematian Astry dan anaknya Lael,
Dirinya juga meminta agar polisi tetap bekerja secara profesional dalam mengungkapkan fakta kematian ibu dan anak tersebut.

“Kami mewakili DPW MOI Provinsi NTT mengucapkan belasungkawa atas tragedi kemanusiaan ini. Semoga Amal baik keduanya dapat diterima disisi-Nya. Amin.” Ungkap Rusydi

BACA JUGA:  SMA PGRI Soe Pilih Kasek Baru Setelah Yafhed Liem Meninggal Dunia Pekan Lalu

“Kami berharap persoalan ini dapat diusut hingga tuntas ditangan jajaran Polda NTT. Sebab persoalan ini telah menjadi perhatian publik secara nasional.” Bebernya

Sementara itu, hal senada juga disampaikan Andre Lado, salah satu tokoh muda cukup berpengaruh dalam jajaran MOI NTT itu mengatakan bahwa,

“Kita berharap masyarakat tetap tenang dan mempercayakan sepenuh persoalan ini ditangan polisi, biar polisi yang bekerja. Kami yakin Polda NTT mampu bekerja secara profesional dalam mengungkapkan fakta kematian kedua korban.” Pungkas Andre (*Tim Liputan)