Normalisasi Sungai Wae Pesi Mutlak Dilakukan

Daerah

Ruteng, SorotNTT.Cim – Banjir yang terus menghantam dinding jalan negara Reo-Ruteng dan mengakibatkan kerusakan menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk meningkatkan lagi upaya-upaya pengendalian banjir.

Upaya pengendalian banjir wajib terus ditingkatkan untuk menekan seminimal mungkin dampaknya, terutama memastikan tidak ada korban jiwa.

Salah satu upaya yang mutlak dilakukan adalah normalisasi sungai dan kali, khususnya sungai-sungai besar yang ada di wilayah Kabupaten Manggarai.

Normalisasi sungai Wae Pesi ini penting untuk memperluas kapasitas sungai sehingga air bisa mengalir dengan baik pada jalurnya, apalagi akibat dari banjir kiriman dari hulu, seperti dari Ruteng dan Daerah Mano.

Bertolak dari banjir yang terjadi setiap tahun, maka mutlak dilakukan normalisasi sungai atau kali Wae Pesi untuk memperluas kapasitasnya, sehingga bisa mengalirkan air lokal serta air hujan kiriman dari hulu. Normalisasi sungai sebenarnya bukan program yang baru, tetapi pernah dilakukan beberapa tahun lalu.

BACA JUGA:  Sinergitas Korem 161/Wira Sakti Kupang Semakin Erat Dengan DPW MOI Provinsi NTT

Normalisasi sungai adalah suatu metode yang digunakan untuk menyediakan alur sungai dengan kapasitas mencukupi untuk menyalurkan air, terutama air yang berlebih saat curah hujan tinggi.

Normalisasi dilakukan karena mengecilnya kapasitas sungai akibat pendangkalan dan penyempitan badan sungai, dinding sungai yang rawan longsor, serta aliran air yang belum terbangun dengan baik.

Salah satu warga kota reok meminta Pemerintah pusat melaui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara ll segera melakukan  program normalisasi di sungai Wae Pesi ini.

“Dari pantauan lapangan, banyak dinding jalan negara Reo-Ruteng khususnya yang terletak di pinggir sungai Wae Pesi mengalami kerusakan akibat banjir yang terjadi setiap tahun.

BACA JUGA:  Puskesmas Lebi Melaksanakan Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua

Menurut Herdin, normalisasi sungai mutlak dilakukan agar pengendalian banjir bisa berjalan efektif. Pasalnya salah satu penyebab banjir menghantam dinding jalan karena tumpukan material lumpur, batu dan pasir yang ada di alur sungai tersebut.

Samuel salah satu warga kecamatan Reok juga menyampaikan, dari jembatan Wae Pesi, Desa Bajak, wilayah Desa Salama, sampai di kota Reok, alur aliran air sudah tidak berjalan normal lagi.ada yang lebih condong ke wilayah Kabupaten Manggarai Timur dan ada juga yang condong ke Wilayah Kabupaten Manggarai.

Semuanya memiliki resiko yang besar, karena di bantaran sungai Wae Pesi ini banyak sekali dijumpai hunian warga yang sudah menetap bertahun-tahun.

BACA JUGA:  Saat Presiden Jokowi Kunjungi Tempat Terbaik Menikmati Senja di Labuan Bajo

Sangat diharapkan di tahun 2022 ini pemerintah segera melaksanakan program normalisasi sungai Wae Pesi ini, demi kenyamanan dan keselamatan banyak orang.