Ny.Theresia Wisang Agas Memberikan Bantuan tongkat ke Bocah Penyandang difabel di Kota Komba

Ny.Theresia Wisang Agas, memberikan bantuan sembako kepada orang tua Rivaldus Eman Jalu (Foto: Ny.Theresia Wisang Agas)

Borong,Sorotntt.com – ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Manggarai Timur, Ny.Theresia Wisang Agas, sekaligus ketua Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan bantuan tongkat kepada Rivaldus Eman Jalu, bocah penyandang difabel asal Wolo Sambi, Desa Komba Kecamatan Kota Komba pada Kamis 14/4/ 2022.

Dalam kunjungan itu, Ny.Theresia Wisang Agas, menyampaikan bahwa kekurangan yang dimiliki seseorang merupakan Rahmat pemberian dari Tuhan.

“Mungkin ada makna atau pesan Tuhan di balik ini. tugas kita adalah mencintainya dengan penuh kasih,” tutur perempuan yang akrap disapa Mama Theres ini.

Ny.Theresia berpesan kepada Rival jangan patah semangat, harus sekolah kelak bisa menjadi kebanggaan Keluarga, Masyarakat dan Negara.

“Anak ini harus bisa meraih cita-citanya. yang paling penting adalah dukungan kita semua. Baik keluarga maupun lingkungan tempat dia bermain. Jangan mengeluarkan kata-kata yang membuat dia sakit hati. Apalagi mengejek tentang kekurangannya,” pesannya

BACA JUGA:  Korban Banjir di Kecamatan LAUT Dapat Bantuan Beras Dari Pemda Matim

Menurutnya, semua orang berhak untuk hidup layak, berhak untuk mendapatkan perlakuan dan layanan yang sama.

“Ini menjadi kewajiban bagi kami dan menjadi komitmen kami untuk memastikan bahwa setiap insan di Kabupaten Matim terlayani dengan baik,”tutupnya.

Hari keberuntungan bagi Rivaldus Eman Jalu

Bocah penyandang difabel asal Kampung Wolo Sambi, Desa Komba, Kecamatan Kota Komba. Ia mendapat kunjungan istimewa dari Ibu Ny.Theresia Wisang Agas, ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai Timur.

Bocah kelahiran 3 Maret 2015 tersebut hanya bisa berjalan satu kaki. Ia mengalami cacat sejak lahir karena kaki kanannya terlipat dan tidak berfungsi normal.

Anak ke dua dari pasangan suami istri (Pasutri) Marten Japi dan Magdalena Din itu sangat aktif. Meski hanya berjalan satu kaki. Ia tetap bermain, belajar dan melakukan aktifitas tanpa ada hambatan. Parasnya yang mungil memancarkan semangat dan harapan. Tidak kalah dengan anak-anak lain.

BACA JUGA:  Apel Peringatan Hari Amal Bakti Ke-76 Kementerian Agama Tahun 2022, Tingkat Kemenag Matim Dilaksanakan Borong

Himpitan ekonomi membuat orang tua Rival tidak bisa berbuat apa-apa

Ayahnya bekerja sebagai tukang kayu sementara ibunya seorang petani. Mereka hidup berkecukupan.

“Kadang dia (Rival) meminta agar kakinya dioperasi. tapi apalah daya, kami tidak ada dana untuk itu. Kami ingin anak kami bisa berjalan normal seperti anak lain. Dia sangat aktif untuk bermain dan belajar,” kata Marten.

Rival sangat bermimpi untuk memiliki kaki palsu. Sebab tinggal beberapa bulan lagi, ia akan masuk sekolah. Jarak tempuh dari rumah menuju sekolah sekitar 1,5 KM.

BACA JUGA:  Meski sudah Disampaikan ke Gubernur NTT, Hingga Kini Belum Teralir Listrik
ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Manggarai Timur, Ny.Theresia Wisang Agas, memberikan bantuan tongkat kepada Rivaldus Eman Jalu (Foto: Ny.Theresia Wisang Agas)

Tongkat Harapan

Kado istimewa pemberian Ibu Theresia Wisang membuat Rival sangat gembira. Meski belum terbiasa menggunakan alat bantu tersebut, Rival mengaku senang karena mendapat perhatian khusus dari istri orang nomor satu di Manggarai Timur itu.

“Saya senang, saya mau sekolah. Saya cita-cita ingin jadi guru,” ujar dia penuh semangat.