Orang Tua Murid SMKN I Wae Rii: Biarkan Anak-Anak Kami Belajar Dengan Tenang, Jangan Ganggu Mereka

Daerah

Ruteng, SorotNTT.Com- Polemik yang berkepanjangan di SMKN l Wae Rii, mendapat perhatian dari orang tua murid yang telah mempercayakan anaknya untuk mengenyam pendidikan di lembaga ini.

Kali ini datangnya dari Bernabas Cangkang asal Resem, Kelurahan Tadong, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Senin (7/12/2020)

Kepada media ini Bernabas menyampaikan rasa keprihatinanya terhadap polemik yang terus berkembang di SMKN I Wae Rii tersebut.

“Sebagai orang tua yang sudah mempercayakan Lembaga SMKN I Wae Rii untuk mendidik anak kami, tentu berharap sepenuhnya agar tidak ada persoalan yang terjadi”

Sebenarnya akir-akir ini kami merasa persoalan itu sudah tidak ada, karena proses belajar dan mengajar disekolah berjalan baik dan aman.

Tentu informasi ini kami dapat dari anak kami yang aktif mengikuti kegiatan belajar dan mengajar disekolah, baik tatap muka langsung maupun Online.

Jujur saya secara pribadi sangat setuju sekali dengan kebijakan disiplin yg diterapkan oleh pihak sekolah, karena dengan disiplin yang baik anak-anak bisa belajar dengan baik dan tertib.

Saya sangat setuju dengan Kedisiplinan yang diterapkan oleh pihak sekolah, pada akhirnya saya mengucapkan Terimakasih banyak atas namaorang tua murid terhadap bapak dan ibu guru.

Terkait langkah pihak Sekolah dan Komite untuk memberhentikan guru yang telah melakukan demo beberapa waktu lalu, kami setuju dan terus mendukung langkah tersebut, karena kalau itu terus terjadi maka akan terganggu anak kami yang akan menimbah ilmu dilembaga tersebut.

Kami titip anak kami di SMKN I Wae Rii, karena kami percaya tidak ada masalah, tetapi kalau guru demo kami tidak setuju, tutur Bernabas.

Setiap tahun ada rapat Komite, semua transparan, kenapa tidak ribut waktu rapat tersebut, kami orang tua murid yang punya uang tentu kami punya hak untuk bersuara.

Kepada semua pihak, diluar yang tidak punya anak di SMKN I Wae Rii, kami minta untuk tidak membuat situasi ini tambah keruh.

Untuk pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTT, arif dan bijaksanalah melihat persoalan ini, biarkan sekolah ini terus tumbuh dan berkembang seperti waktu yang lalu.

Janganlah pihak Dinas P&K NTT, terpengaruh dengan bisikan pihak luar yang memiliki niat yang belum tau ujungnya terhadap SMKN I Wae Rii ini.

Coba saja anaknya mereka diditipkan dilembaga ini dan terjadi masalah, bagaimana perasaanya, apa mereka tenang.

Cukup sudah anak-anak kami dibuat tidak tenang dengan semua polemik yang ada, biarkan mereka belajar dengan tenang dan mereka menimbah ilmu dengan baik, tentu untuk masa depan mereka.

Kami tidak mau masalah disekolah kami ini digiring ke urusan politik, apalagi diseret-seret ke kepentingan pribadi oknum tertentu.

Ingat kami orang tua punya hak untuk bersuara terkait hal ini, dan apabila anak kami terus diganggu ketenanganya, pasti kami orang tua akan mengambil langkah tegas.

Diakir pernyataanya Bernabas meminta kepada Bapak Gubernur NTT, untuk percayakan penyelesaian masalah ini kepada Kepala Sekolah dan Komite, karna mereka itu harapan kami.

Bapa Gubernur orang tua kami, pasti memikirkan masa depan anak kami, bukan terpengaruh oleh oknum-oknum yang memperkeruh situasi disekolah kami ini.

Sekarang ini proses hukum terhadap Kepala Sekolah dan Komite terus berjalan, semoga ini berjalan baik dan tidak lagi ini diganggu oleh siapapun.

Hargailah proses hukum tersebut, karena itu yang diinginkan oleh para guru Komite yang telah di pecat tersebut, biarkan mereka berada diluar sekolah, karna itu kemauan mereka sendiri, tanpa harus menggangu anak-anak kami lagi, tutup Bernabas.